Selasa, 14 April 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

Mahasiswi Indramayu Dirampok

Otak Perampokan yang Sekap dan Culik Mahasiswi di Indramayu Ternyata Sosoknya Bukan Orang Asing

Dalam aksi perampokan ini, korbannya adalah seorang mahasiswi. ANU (28) saat kejadian tengah seorang diri berada di dalam rumah kemudian disekap

Penulis: Handhika Rahman | Editor: dedy herdiana
Tribuncirebon.com/Handhika Rahman
Kapolres Indramayu, AKBP M Fahri Siregar saat menunjukan barang bukti perampokan rumah saat konferensi pers di Mapolres Indramayu, Jumat (29/3/2024). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Polisi masih memburu RN, namanya sekarang sudah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

RN ini diketahui yang jadi otak perampokan rumah di Desa/Kecamatan Kertasemaya, Kabupaten Indramayu pada Selasa (27/2/2024) lalu.

Tersangka perampokan di Desa/Kecamatan Kertasemaya Indramayu saat dihadirkan polisi dalam konferensi pers di Mapolres Indramayu, Jumat (29/3/2024).
Tersangka perampokan di Desa/Kecamatan Kertasemaya Indramayu saat dihadirkan polisi dalam konferensi pers di Mapolres Indramayu, Jumat (29/3/2024). (Tribuncirebon.com/Handhika Rahman)

Baca juga: BREAKING News, Mahasiswi di Indramayu Dirampok, Disekap hingga Diculik, Pelaku Kini Sudah Dibekuk

Sementara dua rekannya, saat ini sudah berhasil diringkus polisi usai dibekuk di wilayah Jakarta pada Jumat (22/3/2024) kemarin.

Yakni MA dan MF, kaki keduanya ditembak polisi karena berupaya melawan petugas saat diamankan.

Dalam aksi perampokan ini, korbannya adalah seorang mahasiswi. ANU (28) saat kejadian diketahui tengah seorang diri berada di dalam rumah kemudian disekap dan dirampok.

Mulai dari motor, perhiasan emas, hingga uang tabungan di rekening pun dikuras pelaku. 

Tidak sampai di situ, korban bahkan diculik oleh para pelaku.

"Otak perampokan ini adalah RN yang saat ini DPO," ujar Kapolres Indramayu, AKBP M Fahri Siregar didampingi Kasat Reskrim Polres Indramayu, AKP Hilal Adi Imawan saat konferensi pers di Mapolres Indramayu, Jumat (29/3/2024).

Fahri menyampaikan, aksi perampokan ini sudah direncanakan sejak seminggu sebelumnya oleh RN.

Ia lalu mengajak teman-temannya untuk ikut melakukan perampokan.

RN sendiri sebenarnya bukan orang asing bagi korban dan keluarganya.

Pelaku adalah tukang yang biasa dipekerjakan keluarga korban untuk memperbaiki rumah.

Niatan jahat itu muncul usai RN pernah melihat saldo rekening milik korban yang nominal yang cukup banyak.

"Para tersangka lalu memaksa korban memberi tahu pin atmnya kemudian melakukan penarikan ATM. Dimana uang yang berhasil ditarik itu total sebesar Rp 15 juta dengan total 6 kali penarikan," ujar dia.

Di sisi lain, ANU mengaku dari tiga orang tersangka perampokan, ia hanya mengenali RN.

Tersangka yang masih DPO itu pernah bekerja di rumahnya untuk memperbaiki kloset.

"Gak kenal yang lain, cuma satu yang itu saja," ujar dia.

Baca juga: Kesaksian Pegawai Minimarket yang Disekap Perampok di Tasik, Terseret Saat Coba Hentikan Pelaku

 

 

Sumber: Tribun Cirebon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved