Minggu, 10 Mei 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

Perundungan Murid SD di Indramayu

Sosok Murid SD Korban dan Pelaku Perundungan di Indramayu, Hari Ini Masuk Sekolah

Budiman juga menceritakan sosok dari pelaku dan korban bullying tersebut. Menurutnya, mereka adalah sahabat satu sama lain.

Tayang:
Penulis: Handhika Rahman | Editor: dedy herdiana
Tribuncirebon.com/Handhika Rahman
Kepala Sekolah SDN 3 Karangsong, Budiman Paningkas, Kamis (7/3/2024). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Kepala Sekolah SDN 3 Karangsong, Budiman Paningkas memastikan kegiatan belajar mengajar (KBM) para murid tetap berjalan sebagaimana mestinya.

Sebelumnya sekolah yang dipimpinnya tersebut viral di media sosial usai video bullying atau perundungan yang dilakukan murid kelas 5 kepada teman sekelasnya beredar dan jadi sorotan.

Baca juga: Keluarga Bawa Kasus Perundungan yang Viral di Indramayu ke Jalur Hukum, Bupati Harap Ada Perdamaian

Hari ini, kata Budiman Paningkas, baik korban maupun pelaku bullying, mereka tetap masuk sekolah sebagaimana biasanya.

"Hanya ada satu anak yang sakit, dia anak yang membuat video. Sementara yang lainnya pada masuk," ujar dia kepada Tribuncirebon.com di SDN 3 Karangsong, Kamis (7/3/2024).

Lanjut Budiman, korban dan pelaku bullying itu hari ini juga ikut kegiatan trauma healing yang digelar oleh Polres Indramayu di sela-sela jam pelajaran.

Mereka sudah membaur bersama teman-temannya yang lain.

Di sisi lain, Budiman juga menceritakan sosok dari pelaku dan korban bullying tersebut. Menurutnya, mereka adalah sahabat satu sama lain.

Mereka juga kerap kali bercanda. Termasuk korban juga sering bertingkah jail.

Bahkan, lanjut Budiman, anak yang jadi korban ini sebenarnya sudah masuk dalam pantauan pihak sekolah sejak ia kelas 1 SD lantaran kerap bersikap nakal.

Hanya saja, kejadian bullying yang dialami korban pada Sabtu (24/3/2024) lalu itu memang sudah melewati batas.

Kejadian tersebut juga ada yang merekam sehingga viral dan menjadi sorotan.

Budiman menerangkan, kejadian bullying ini terjadi di luar lingkungan sekolah atau terjadi di sebuah madrasah atau MDTA yang ada di dekat sekolah saat waktu istirahat.

Sehingga luput dari pantauan, pihak sekolah bahkan baru mengetahui kejadian itu 4 hari setelahnya pada Rabu (28/2/2024) setelah ada murid yang melapor.

Untuk mencegah kejadian bullying kembali terjadi, pihak sekolah pun melakukan evaluasi.

Sumber: Tribun Cirebon
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved