Stabil! Harga Kebutuhan Pokok di Pasar Pasalaran Cirebon Turun Jelang Ramadan
Pemantauan salah satunya dilaksanakan di Pasar Pasalaran di Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon.
Penulis: Eki Yulianto | Editor: dedy herdiana
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto
TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON- Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kabupaten Cirebon terus melakukan pemantauan terhadap harga kebutuhan pokok untuk memastikan ketersediaan dan stabilitas harga di tengah masyarakat.
Pemantauan salah satunya dilaksanakan di Pasar Pasalaran di Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon.
Hasilnya, sejumlah kebutuhan pokok sudah mengalami penurunan di H-12 bulan suci Ramadan.
"Alhamdulillah saya melalui pantauan langsung ya ke pasar pasalaran hari ini beras medium sudah ada yang Rp 13.500 berarti ada penurunan sekitar Rp 500."
"Beras premium Rp 16.000 sampai dengan Rp 16.500 antara premium dan medium ada penurunan sekitar 500 lebih," ujar Kabid Perdagangan dan Pengendalian Barang Pokok dan Penting (Dagdalbakpokting) Disperdagin Kabupaten Cirebon, Siddik Wibowo, Jumat (1/3/2024).
Selain itu, Siddik juga mengungkapkan, harga cabai merah dan cabai rawit hijau juga mengalami penurunan.
"Cabai tadi kemarin aja harga cabai merah masih di kisaran 100 sekarang sudah turun lagi di kisaran 80-an cabai rawit hijau juga sudah mengalami penurunan terus cabai merah keriting yang Rp 100.000- Rp 80.000 sudah penurunan lagi," ucapnya.
Dalam pantauan harga langsungnya, Siddik juga mencatat harga daging ayam ras yang tetap stabil.
Sementara harga daging sapi juga tidak mengalami perubahan yang signifikan.
Ia memastikan ketersediaan beras Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sesuai HET dengan kerja sama bersama Bulog.
"Karena Itu adalah beras SPHP jadi itu sesuai HET sempat bertanya-tanya sama yang mengecer beras Bulog bahwa dia jual itu Rp 54.500 sesuai HET," jelas dia.
Siddik menegaskan, komitmennya untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok,
"Kita sih pengennya jangan sampai naik ya cukup di level segitu saja atau bahkan kita pengen harusnya sih turun."
"Kalau untuk beras terutama beras nih, karena sudah mau dari daerah Jawa juga sudah mulai pada masuk sudah di daerah Jawa sudah ada yang panen nah terus kita di lapangan operasi pasar terus dengan beras SPHP-nya kita juga membantu para pedagang pasar untuk memperoleh beras sphp kita masukkan juga berasa SPHP," katanya.
Dengan adanya pemantauan dan langkah-langkah ini, diharapkan harga kebutuhan pokok dapat tetap stabil dan terjangkau oleh masyarakat.
"Mudah-mudahan beras kembali stabil kembali turun dan masyarakat bisa menikmatinya," ujarnya.
Baca juga: Siasat Produsen Lontong di Cirebon yang Terdampak Harga Beras Naik, Kurangi Ukuran & Jumlah Produksi
| Truk Hantam 3 Mobil dan Motor di Kanci Kulon Cirebon, Penumpang Terluka |
|
|---|
| Detik-detik Kebakaran Hebat di Greged Cirebon, Gudang LPG 3 Kg Ludes, Warga Sempat Dengar Ledakan |
|
|---|
| Jelang Idul Adha 2026, Distan Cirebon ‘Sisir’ Hewan Kurban, Tak Sehat Langsung Diobati |
|
|---|
| Status Tanah Translok Seuseupan Cirebon Dipecah Jadi 4 Skema, Ini Kata Disnaker |
|
|---|
| Kemarau Mengintai, Distan Cirebon Siagakan Pompa Air Hingga Dorong Petani Pakai Benih Tahan Kering |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/cirebon/foto/bank/originals/pantau-harga-beras-di-cirebon-01032024-1.jpg)