Mahasiswa Ini Mengaku Dirampok Setelah Naik Whoosh, Faktanya Cuma Cerita Bohong Demi Ini
Kasat Reskrim Polresta Bandung, Kompol Oliestha, mengungkapkan petugas dari Polresta Bandung dan Polda Jabar sempat melakukan penyelidikan.
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Lutfi Ahmad Mauludin
TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG- Sempat tersebar berita adanya perampokan terhadap seorang pemuda, setelahnya naik Kereta Cepat Whoosh, di perjalanan Stasiun Tegalluar menuju rumahnya.
Awalnya menceritakan pemuda tersebut akan pulang dan menggunakan taksi online, tiba-tiba orderannya dicancel. Namun terdapat, taksi online yang menanyakan namanya, tak berpikir panjang ia pun naik ke mobil tersebut.
Baca juga: PT KCIC Pastikan Isu Mengenai Penodongan Penumpang Kereta Cepat Whoosh di Taksi Online Tidak Benar
Di dalam perjalanan menuju rumahnya, ia mengaku dirampok, dan uang sebesar Rp 20 juta digondol perampok tersebut.
Ternyata itu hanya cerita yang dikarang, oleh Raka yang merupakan Mahasiswa asal Jatinangor Kabupaten Bandung, supaya mendapatkan uang dari orang tuanya.
Hal tersebut terungkap setelahnya jajaran kepolisian melakukan penyelidikan, terkait kejadian tersebut.
Kasat Reskrim Polresta Bandung, Kompol Oliestha, mengungkapkan, setelah pihaknya mengetahui adanya kejadian tersebut, petugas dari Polresta Bandung dan Polda Jabar melakukan penyelidikan.
"Diketahui berdasarkan pemeriksaan saksi-saksi dan pengumpulan alat bukti, bahwa kejadian yang disampaikan korban merupakan kejadian fiktif, dan akal akalan korban agar dikirimi uang oleh orang tuanya," kata Oliestha, (21/2/2024).
Bahkan kini Raka membuat video klarifikasi atas cerita perampokan yang dikarang ya, hingga telah menyebar luas.
"Saya akan melakukan klarifikasi terkait kejadian tanggal 17 kemarin. Bahwa saya telah melakukan kebohongan dengan melaporkan perampokan yang seolah aya alami," ujar Raka, yang didampingi Kapolsek Cileunyi Kompol Suharto, dan petugas KCIC.
Raka mengaku, hal itu dilakukan demi meminta uang kepada orang tuanya, untuk kepentingan pribadinya.
"Untuk itu saya minta maaf kepada pihak kepolisian dan KCIC, serta instansi terkait atas berita bohong yang sudah saya lakukan," ucapnya.
Baca juga: Viral Penumpang Taksi Online Ditodong Usai Keluar Stasiun Kereta Cepat Tegalluar, Ini Jawaban KCIC
| Banjir Rob di Indramayu Diprediksi Meluas Hingga Belasan Ribu Hektare Pada 2080, Ini Penjelasannya |
|
|---|
| Studi Lapangan di Indramayu, 53 Mahasiswa S3 IPB Bantu Pemda Hadapi Tantangan Perubahan Iklim |
|
|---|
| Puluhan Mahasiswa Kuningan Geruduk Kantor DPRD, Ini Tuntutannya |
|
|---|
| Mahasiswa di Kuningan Ditangkap Polisi, Terancam Penjara 5 Tahun |
|
|---|
| Mahasiswa di Purwakarta Habisi Nyawa dan Rudapaksa Siswi SMP |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/cirebon/foto/bank/originals/Kereta-cepat-Jakarta-Bandung-KCIC-di-Stasiun-Tegalluar.jpg)