Mahasiswa Ini Mengaku Dirampok Setelah Naik Whoosh, Faktanya Cuma Cerita Bohong Demi Ini

Kasat Reskrim Polresta Bandung, Kompol Oliestha, mengungkapkan petugas dari Polresta Bandung dan Polda Jabar sempat melakukan penyelidikan.

Editor: dedy herdiana
Tribunjabar.id/Muhamad Nandri Prilatama
Ilustrasi: Kereta cepat Jakarta Bandung saat berada di Stasiun Tegalluar, Kabupaten Bandung, Kamis (10/11/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Lutfi Ahmad Mauludin

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG- Sempat tersebar berita adanya perampokan terhadap seorang pemuda, setelahnya naik Kereta Cepat Whoosh, di perjalanan Stasiun Tegalluar menuju rumahnya.

Awalnya menceritakan pemuda tersebut akan pulang dan menggunakan taksi online, tiba-tiba orderannya dicancel. Namun terdapat, taksi online yang menanyakan namanya, tak berpikir panjang ia pun naik ke mobil tersebut.

Baca juga: PT KCIC Pastikan Isu Mengenai Penodongan Penumpang Kereta Cepat Whoosh di Taksi Online Tidak Benar

Di dalam perjalanan menuju rumahnya, ia mengaku dirampok, dan uang sebesar Rp 20 juta digondol perampok tersebut.

Ternyata itu hanya cerita yang dikarang, oleh Raka yang merupakan Mahasiswa asal Jatinangor Kabupaten Bandung, supaya mendapatkan uang dari orang tuanya.

Hal tersebut terungkap setelahnya jajaran kepolisian melakukan penyelidikan, terkait kejadian tersebut.

Kasat Reskrim Polresta Bandung, Kompol Oliestha, mengungkapkan, setelah pihaknya mengetahui adanya kejadian tersebut, petugas dari Polresta Bandung dan Polda Jabar melakukan penyelidikan.

"Diketahui berdasarkan pemeriksaan saksi-saksi dan pengumpulan alat bukti,  bahwa kejadian yang disampaikan korban merupakan kejadian fiktif, dan akal akalan korban agar dikirimi uang oleh orang tuanya," kata Oliestha, (21/2/2024).

Bahkan kini Raka membuat video klarifikasi atas cerita perampokan yang dikarang ya, hingga telah menyebar luas.

"Saya akan melakukan klarifikasi terkait kejadian tanggal 17 kemarin. Bahwa saya telah melakukan kebohongan dengan melaporkan perampokan yang seolah aya alami," ujar Raka, yang didampingi Kapolsek Cileunyi Kompol Suharto, dan petugas KCIC.

Raka mengaku, hal itu dilakukan demi meminta uang kepada orang tuanya, untuk kepentingan pribadinya.

"Untuk itu saya minta maaf kepada pihak kepolisian dan KCIC, serta instansi terkait atas berita bohong yang sudah saya lakukan," ucapnya.

Baca juga: Viral Penumpang Taksi Online Ditodong Usai Keluar Stasiun Kereta Cepat Tegalluar, Ini Jawaban KCIC

Sumber: Tribun Cirebon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved