Warga Sukabumi dan Bogor Harap Waspada, Gempa Terus Terjadi di Gunung Salak, Ini Kata BMKG
Gempa bumi di sekitar Gunung Api Salak perbatasan Sukabumi - Bogor dan Banten terus terjadi. Warga seputaran Sukabumi dan Bogor diminta waspada.
Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Dian Herdiansyah.
TRIBUNPRIANGAN.COM, SUKABUMI - Gempa bumi di sekitar Gunung Api Salak perbatasan Sukabumi - Bogor dan Banten terus terjadi. Warga seputaran Sukabumi dan Bogor diminta waspada.
Gunung Api Salak terletak di Kabupaten Sukabumi dan Bogor, dengan posisi geografis di Latitude -6.72°LU, Longitude 106.73°BT dan memiliki ketinggian 2.211 mdpl.
Tercatat dari udpate twitter @bmkgwilayah2 Banten, dari Rabu (06/12) hingga sore ini Kamis (7/12) pukul 16.30 WIB gempa sudah terjadi 19 kali guncangan.
Gempa terakhir tercatat pukul 14:01:09 WIB, 2,2 Magnitude, Lokasi gempa berada di radius 6.75 LS - 106.58 BT 25 kilometer Barat Daya Kota Bogor Jabar dengan kedalaman 5 kilometer.
Baca juga: Gempa Beruntun di Jawa Barat Masih Terjadi, Kini Wilayah Cianjur dan Sukabumi Berguncang
Kepala Stasiun Geofisika Bandung, Teguh Rahayu mengungkapkan, gempa bumi yang terus terjadi tersebut lebih mirip kepada gempa Swarm.
Hasil kajian yang dilakukan Pepen Supendi dan tim tahun 2021 sudah menyebutkan adanya klaster aktivitas gempa di barat daya Gunung Salak ini.
"Berdasarkan lokasi, magnitudo (M<3>
Pada umumnya, gempa swarm berkaitan dengan aktivitas Vulkanik atau migrasi magma atau peristiwa yang berhubungan dengan magma yang keluar menuju permukaan bumi melalui rekahan dalam kerak bumi
"Gempa Swarm ini biasanya berkaitan dengan aktivitas vulkanik Gunung Api Salak dan Taman Nasional Gunung Halimun Salak," jelas Ayu.
Sementara mengutip dari laman Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pengertian gempa swarm adalah serangkaian aktivitas gempa bermagnitudo kecil dengan frekuensi kejadian sangat tinggi yang berlangsung dalam waktu yang relatif lama di suatu kawasan, dan tanpa ada gempa utama (mainshock).
Sebelumya Warga Kabandungan Rijan (29) mengungkapkan, getaran gempa dirasakan sejak malam tadi dan terjadi beberapa kali.
"Iya sejak malam tadi terasa itu sampai tiga kali lebih. Bahkan tadi pagi pun masih merasakan adanya getaran gempa," kata Rijan kepada Tribunjabar.id, kamis (07/12/2023).
Hal serupa dikatakan Nia (28) asal warga Kalapanunggal, merasakan yang sama, mengingat malam tadu magnitudo 3.0, dua kali terjadi
"Itu yang lumayan terasa malam dua kali. antara pukul 8 dan 9 sampai terkaget," ucapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/cirebon/foto/bank/originals/Gunung-Salak.jpg)