Hujan Bom Israel Guyur Palestina-Blokade Gaza, Netanyahu Stop Bantuan Makanan dan Bahan Bakar
Al Jazeera melaporkan, per Selasa (10/10/2023), rumah sakit kewalahan menampung korban bom.
Penulis: Sartika Rizki Fadilah | Editor: Sartika Rizki Fadilah
TRIBUNCIREBON.COM - Militer Israel, IDF, melancarkan operasi 'Iron Sword' yang mereka klaim sebagai balasan dari serangan 'Al Aqsa Flood' dari serangan pejuang Hamas Palestina pada Sabtu (7/10/ ).
Empat hari setelah serangan terkoordinasi yang disebut-sebut sebagai insiden paling memalukan dari intelijen Israel, IDF membombardir Gaza, wilayah yang mereka klaim dikuasai Hamas.
Guyuran bom Israel menghujani Jalur Gaza, menyasar banyak warga sipil.
Al Jazeera melaporkan, per Selasa (10/10/2023), rumah sakit kewalahan menampung korban bom.
Kementerian Kesehatan Palestina dan WHO menyerukan koridor kemanusiaan “untuk memastikan masuknya bantuan medis mendesak” ke rumah sakit di Gaza.
Seruan itu menyusul aksi “blokade total” Israel di Gaza, termasuk larangan menerima makanan dan bahan bakar.
Pengepungan semacam itu, yang bertujuan untuk membuat penduduk kelaparan, merupakan kejahatan perang berdasarkan undang-undang PBB.
"Korban tewas terbaru mencapai 770 warga Palestina di Gaza dan lebih dari 900 orang di Israel," tulis laporan Al Jazeera.
Media tersebut juga mengungkapkan laporan langsung dari kontributor mereka yang saat ini tinggal di Gaza, Maram Humaid.
Maram Humaid adalah jurnalis Palestina dan Storyteller dari Jalur Gaza.
Maram mengatakan dalam tulisannya, kalau bom-bom yang dihujani Israel di Gaza menjadi teror-teror kematian bagi anak-anak, perempuan, dan para orang tua.
Dentuman bom-bom itu, bahkan berlangsung dalam kegelapan, dampak diputusnya aliran listrik di wilayah itu, menyisakan ketakutan akan kah bom berikutnya yang jatuh di rumah mereka.
Berikut tulisan Maram Humaid seperti dilansir Al Jazeera:
Bom-bom yang dihujani Israel di Gaza sungguh luar biasa menakutkan, lebih dari sekedar gila
Pada malam ketiga pemboman tanpa henti di Gaza, kami semua begadang di rumah orangtua saya: saya, bayi laki-laki, saudara perempuan, saudara laki-laki, keponakan, dan orang tua saya berkumpul bersama dalam kegelapan, mendengarkan suara-suara kota kami. dibom dan rakyat kami dimusnahkan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/cirebon/foto/bank/originals/peringati-isra-miraj-di-al-aqsa-palestina-diserang-israel.jpg)