Harga Beras di Majalengka Masih Bergejolak, Disperdagin Agendakan Operasi Pasar Murah

Ia mengatakan, hingga kini masih membahas mengenai teknis pelaksanaan operasi pasar murah khusus beras itu bersama instansi terkait

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: dedy herdiana
Tribuncirebon.com/Eki Yulianto
ILUSTRASI: Pedagang beras eceran di Pasar Tradisional Sindangkasih Cigasong Majalengka, Kamis (26/1/2023). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kabupaten Majalengka merencanakan untuk menggelar operasi pasar murah.

Kepala Disperdagin Kabupaten Majalengka, Iding Solehudin, mengatakan, hal itu untuk menindaklanjuti harga beras di pasaran yang hingga kini masih bergejolak.

Baca juga: Dorong Pemkab Majalengka Gelar Pasar Murah Khusus Beras, Komisi II DPRD Minta Lokasi Harus Strategis

Namun, pihaknya mengakui masih mempersiapkan mengenai waktu dan lokasi penyelenggaraan pasar murah khusus beras tersebut di Kabupaten Majalengka.

"Kami sedang merencanakan operasi pasar murah untuk menindaklanjuti gejolak harga beras di pasaran," ujar Iding Solehudin saat ditemui di Disperdagin Kabupaten Majalengka, Jalan Siti Amrilah, Kecamatan/Kabupaten Majalengka, Selasa (3/10/2023).

Ia mengatakan, hingga kini masih membahas mengenai teknis pelaksanaan operasi pasar murah khusus beras itu bersama instansi terkait, misalnya Bulog, dan lainnya.

Selain itu, menurut dia, jajarannya juga setiap harinya rutin memantau perkembangan harga beras di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Majalengka.

Dari hasil pemantauan rutin tersebut diketahui harga beras medium di Kabupaten Majalengka mencapai Rp 13500 perkilogram, dan beras premium Rp 14500 perkilogramnya.

"Harga tersebut relatif lebih tinggi dibanding harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah, sehingga perlu diintervensi melalui operasi pasar murah," kata Iding Solehudin.

Ia menyampaikan, selain memantau perkembangan harga di pasaran, Disperdagin Kabupaten Majalengka juga rutin mengecek persediaan beras di gudang Bulog di Majalengka.

Pihaknya memastikan, stok beras di gudang Bulog tersebut mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga akhir tahun ini meski tak menyebutkan detail persediaannnya.

"Kami juga memonitor alur pendistribusian beras dari hulu sampai ke hilir, dan memastikan prosesnya lancar, tetapi saat ini harganya memang masih bergejolak di pasaran," ujar Iding Solehudin. (*)

 

Sumber: Tribun Cirebon
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved