Minggu, 26 April 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

Pemilik Penggilingan Beras di Majalengka Datangkan Gabah dari Ciamis hingga Cilacap Ini Alasannya

Dede menyampaikan, saat ini tidak berani membeli gabah dari Majalengka, dan memilih gabah dari luar daerah

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: dedy herdiana
Tribuncirebon.com/Ahmad Imam Baehaqi
Pekerja saat mengangkut persediaan beras di PB Sri Rahayu, Jalan Pemuda, Kelurahan Cijati, Kecamatan/Kabupaten Majalengka, Jumat (22/9/2023). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Pemilik Penggilingan Beras (PB) Sri Rahayu, Dede Koswara (48), mengakui sengaja mendatangkan gabah dari Ciamis, Banjar, Pangandaran, hingga Cilacap.

Pasalnya, harga gabah di wilayah Kabupaten Majalengka dinilai terlalu mahal, sehingga dikhawatirkan tidak menutupi biaya produksi penggilingan beras miliknya.

Menurut dia, harga gabah dari sejumlah wilayah selatan Jawa Barat relatif lebih terjangkau dibanding gabah di Majalengka yang kini harganya mencapai Rp 850 ribu perkwintal.

"Dari Ciamis, Banjar, Pangandaran, dan Cilacap harganya berkisar antara Rp 800 ribu - Rp 810 ribu perkwintalnya," ujar Dede Koswara saat ditemui di PB Sri Rahayu, Jalan Pemuda, Kelurahan Cijati, Kecamatan/Kabupaten Majalengka, Jumat (22/9/2023).

Pihaknya mengakui, harga gabah tersebut juga sebenarnya masih lebih tinggi apabila dibandingkan harga normalnya di Majalengka yang mencapai Rp 630 ribu perkwintal.

Ia mengatakan, jika dihitung menggunakan margin 65 persen maka didapat harga Rp 13 ribuan perkilogram, sehingga harga jual ke pasarannya bakal lebih tinggi lagi.

"Untuk menghasilkan beras satu ton rata-rata membutuhkan 1,4 ton gabah, sehingga penghitungan harga gabah ke beras menggunakan margin 65 persen," kata Dede Koswara.

Dede menyampaikan, saat ini tidak berani membeli gabah dari Majalengka, dan memilih gabah dari luar daerah yang harganya relatif lebih murah demi menutupi biaya produksi.

Bahkan, gabah yang sempat dibeli belum lama ini seharga Rp 830 ribu perkwintal juga hingga kini belum digiling menjadi beras, karena dikhawatirkan harga jualnya bakal lebih tinggi.

Saat ini, pihaknya menjual beras kualitas medium ke pasaran seharga Rp 12600 perkilogram, sedangkan beras kualitas premium dijual seharga Rp 12800 perkilogramnya.

"Jika harga gabahnya melebihi Rp 810 ribu maka diperkirakan harga jual berasnya mencapai Rp 13 ribu perkilogram, bahkan bisa lebih," ujar Dede Koswara.

Baca juga: Pemilik Penggilingan Beras di Majalengka Sebut Gejolak Harga Beras Dipicu Kenaikan Harga Gabah

 

Sumber: Tribun Cirebon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved