Waduk Kuningan Diancam Disegel
Protes Warga Desa Miliarder Akibat Pembayaran Waduk Kuningan, Sekda Kuningan Ungkap Begini
Sekda Kuningan memberikan penjelasan mengenai permasalahan yang dialami warga desa miliarder.
Penulis: Ahmad Ripai | Editor: taufik ismail
Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai
TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Protes warga desa miliarder atau Desa Kawungsari, akibat pembangunan Waduk Kuningan yang masuk kategori proyek strategis nasional mendapat tanggapan Sekda Kuningan Dian Rahmat Yanuar.
Warga protes karena proses pembayaran ganti untung yang belum selesai.
"Sebenarnya permasalahannya antara warga itu dengan BBWS. Namun, dengan kejadian ini, kami segera melakukan tahapan hingga permalasahan itu tuntas," ujar Sekda Dian saat dihubungi ponselnya, Kamis (22/9/2023).
Dian mengatakan, langkah penuntasan ini segera melakukan komunikasi dengan BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai), yang dilanjutkan berkomunikasi dengan warga.
"Iya, kami segera komunikasi dan berharap BBWS bisa menyelesaikan permalasahan ini," ujarnya.
"Itu merupakan pekerjaan APBN. Jadi begini, Pembanguan Waduk Kuningan semua bersumber APBN dan pengerjaan berlangsung sekarang (pemasangan saluran air) itu kelanjutan program pemerintah juga," ujarnya.
Pembangunan Waduk Kuningan yang menimbulkan permalasahan hingga warga Desa Miliader atau Kawungsari mengancam menyegel Waduk Kuningan, membuat Camat Cibeurem Nana Rukmana angkat bicara.
"Sebanarnya, soal tuntutan warga Desa Kawungsari akibat terdampak pembangunan Waduk Kuningan menjadi perhatian pemerintah," kata Camat Nana Rukmana saat ditemui wartawan usai melakukan audiensi dengan warga Desa Kawungsari, Kamis (22/9/2023).
Menurut Nana tuntutan itu muncul akibat belum tuntasnya pengembalian ganti untung untuk tanah kas desa dan bidang tanah warga.
"Sebenarnya, permasalah itu belum terselesaikan karena kelengkapan admistrasi saja," ucapnya.
Sejumlah warga Desa Kawungsari atau desa miliader di Kuningan mengancam melakukan penyegelan di kawasan Waduk Kuningan.
Alasannya akibat belum usainya sengketa dari pelaksanaan mega proyek pembangunan Waduk Kuningan yang mengakibatkan bedol desa.
"Iya, dari pembangunan Waduk Kuningan atau Mega Proyek Strategis Nasional ada beberapa permalasahan yang belum selesai, terutama berkaitan dengan aset warga dan desa," kata tokoh masyarakat Desa Kawungsari, Asep Kusnara yang akrab disapa Markus saat berbincang dengan Tribun, Kamis (21/9/2023).
Menurutnya, sebelumnya telah ada pernyataan dari Petugas BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai), untuk menuntaskan permalasahan warga terdampak.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/cirebon/foto/bank/originals/Spadyk-Penyegelaan-Waduk-Kuningan.jpg)