Perjuangan Guru Hingga Polisi di Indramayu Memerdekakan Pendidikan Anak Nelayan
Wakil Kepala Sekolah SDN 3 Karangsong, Selvy Sandryani mengatakan, karena kondisi tersebut guru di sekolahnya punya agenda rutin.
Penulis: Handhika Rahman | Editor: dedy herdiana
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman
TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Semua anak-anak pasti punya mimpi, tak terkecuali anak-anak di Kampung Nelayan Karangsong Indramayu.
Namun tidak sedikit mimpi anak-anak itu justru kandas di tengah jalan. Mereka enggan mengenyam pendidikan.
Hal ini pula yang membuat tingkat pendidikan anak nelayan rata-rata berpendidikan rendah.
Alasan mereka pun beragam, mulai dari keterbatasan ekonomi orang tua yang harus membantu bekerja hingga merasa takut mengerjakan soal pelajaran.
Wakil Kepala Sekolah SDN 3 Karangsong, Selvy Sandryani mengatakan, karena kondisi tersebut guru di sekolahnya punya agenda rutin.
Para guru harus menjemput anak-anak ke rumahnya masing-masing agar mau masuk sekolah.
Apalagi jika sudah memasuki momen ujian sekolah. Tidak sedikit anak yang tidak datang.
"Saya tungguin sampai mereka selesai mandi, pakai baju, anak-anak itu kami jemput," ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Kamis (14/9/2023).
Meski demikian, dalam dua tahun terakhir ini, kata Selvy, jumlah anak yang tidak datang ke sekolah mulai berkurang.
Semangat belajar anak-anak mulai tampak, hal ini tidak terlepas dari peran tenaga pelajar di sekolah.
Para guru berupaya agar membuat sekolah menjadi tempat yang menyenangkan untuk anak-anak.
Mereka juga memotivasi anak-anak soal pentingnya mengenyam pendidikan bagi masa depan mereka nanti.
Di SDN 3 Karangsong sendiri terdapat sebanyak 203 murid. Mereka banyak diajari berbagai hal.
Seperti keterampilan menyanyi, pencak silat, dan lain sebagainya. Termasuk di dalamnya membumikan literasi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/cirebon/foto/bank/originals/Kapolres-Indramayu-AKBP-M-Fahri-Siregar-bantuan-buku-ke-SDN-3-Karangsong-2.jpg)