Indramayu Diterjang Outing Beliung
Bencana Angin Puting Beliung Mengamuk di Indramayu, Ini Kata BMKG
Bencana angin puting beliung melanda wilayah Kecamatan Widasari, Kabupaten Indramayu, Peralihan musim atau pancaroba ini
Penulis: Handhika Rahman | Editor: Machmud Mubarok
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman
TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Bencana angin puting beliung melanda wilayah Kecamatan Widasari, Kabupaten Indramayu pada Kamis (6/7/2023).
Wilayah yang paling terdampak berada di Desa Kongsijaya.
BPBD Indramayu mencatat, sedikitnya ada 15 bangunan yang rusak saat angin puting beliung itu mengamuk.
Plt Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kertajati Majalengka, Ahmad Faa Izyn menjelaskan, berdasarkan informasi Stasiun Klimatologi Jawa Barat, disebutkan terdapat beberapa fenomena yang mendukung potensi pertumbuhan awan konvektif pada saat kejadian.
"Hal itu yang dapat menyebabkan peningkatan curah hujan di wilayah Jawa Barat," ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Jumat (7/7/2023).
Peralihan musim atau pancaroba ini yang memicu terjadinya angin puting beliung di Indramayu.
Ahmad Faa Izyn menyampaikan, berdasarkan hasil analisis, yakni MJO berada di kuadran 2 (Indian Ocean), suhu muka laut di sekitar wilayah Indonesia relatif hangat, gelombang Kelvin aktif di sebagian wilayah Indonesia termasuk Jawa Barat.
Kemudian labilitas atmosfer pada skala lokal berada pada kategori sedang hingga kuat di sebagian wilayah Jawa Barat.
"Data hujan di Indramayu (AAWS Indramayu2) mencapai 51,6 mm/jam (sangat lebat) pada pukul 14.20 - 15.20 WIB, harian 52 mm (update pukul 18.00 WIB)," ujar dia.
Lanjut Ahmad Faa Izyn, sedangkan data angin di Indramayu (AAWS Indramayu2) mencapai 25,92 km/jam pada pukul 13.00 WIB.
Di sisi lain, berdasarkan monitoring kondisi musim di wilayah Jawa Barat, terpantau sebagian wilayah Jawa Barat telah memasuki musim kemarau.
Sedangkan sebagian lainnya masih mengalami masa transisi musim/pancaroba.
"Kami mengimbau kepada masyarakat dan instansi terkait agar tetap waspada terhadap terjadinya bencana hidrometeorologis di saat masa transisi. Seperti hujan es, angin kencang atau puting beliung dan potensi tanah longsor di wilayah dengan topografi curam atau tebing," ujar dia.
Di samping itu, BMKG mengimbau agar masyarakat bisa selalu berhati-hati dengan perubahan iklim.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/cirebon/foto/bank/originals/angin-puting-rusak-kantor.jpg)