Polisi Periksa Sejumlah Saksi Terkait PMI Asal Cianjur yang Diduga Jadi Budak Seks
Satreskrim Polres Cianjur periksa sejumlah saksi terkait seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang diduga menjadi budak seks di Timur Tengah.
Laporan Kontributor Tribunjabar Kabupaten Cianjur, Fauzi Noviandi.
TRIBUNCIREBON.COM, CIANJUR- Satreskrim Polres Cianjur periksa sejumlah saksi terkait seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang diduga menjadi budak seks di Timur Tengah.
Kasat Reskrim Polres Cianjur AKP Tono Listianto mengatakan, terkait vidoe viral dua orang anak yang meminta bantuan kepada Kepolisian, pihaknya sudah memintai keterangan terhadap sejumlah saksi.
"Perkembangan terkait kita sudah memeriksaan sejumlah saksi korban atau dinas dan instansi terkait," katanya pada wartawan, Kamis (6/7/2023).
Baca juga: Ingat Kasus Rokaya TKW Indramayu yang Viral Minta Tolong Jokowi? Pelakunya Disidang di Pengadilan
Selain itu lanjut dia, pihaknya juga sudah meminta bantuan ke KBRI dan berkordinasi dengan Polda Jabar untuk membantu kepulangan PMI asal Cianjur tersebut.
"Selanjutnya kita akan menggelar perkara apabila memang sudah terbukti untuk ditetapkan sebagai kita akan langsung melakukan penangkapan," ucapnya.
Tono mengatakan, saat ini keberadaan PMI yang diduga menjadi budak pekerja seks tersebut berada di negara Timur Tengah.
Sebelumnya diberitakan, dua orang anak meminta bantuan kepada Kapolri untuk membantu memulangkan ibunya yang disekap bekerja sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Dubai Uni Emirat Arab (UEA).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, seorang PMI tersebut merupakan Ida (30) asal Kampung Pasir Layung, Desa Babakansari, Kecamatan Sukaluyu, Kabupaten Cianjur.
Baca juga: TKW Asal Majalengka Minta Dipulangkan dari Irak, Keluarga Minta Jokowi Turun Tangan
Dalam rekaman yang beredar kedua anak tersebut merupakan Herawati (15) dan Muhammad (11).
Kedua anak tersebut memohon kepada Kapolri, Kapolda Jabar dan Kapolres Cianjur untuk membantu memulangkan ibunya yang diduga menjadi korban perdagangan orang.
"Ibu kami berangkat ke Dubai pada 2022, dan diberangkatkan oleh sponsor H. Rahmat. Dengan itu Bapak Kapolri, Kapolda Jabar dan Kapolres Cianjur, kami sudah membuat laporan ke Polres Cianjur melalui LBH Keadilan," kata Herawati dalam video berdurasi 1 menit 21 detik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/cirebon/foto/bank/originals/siluet-wanitaa.jpg)