Kasus Asusila
Pemuda 19 Tahun Diduga Rudapaksa Dua Bocah SD di Sukabumi, Ini Kronologinya
Dua orang bocah SD diduga menjadi korban rudapaksa oleh seorang pemuda di wilayah Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
Laporan Kontributor Tribunjabar.id M Rizal Jalaludin
TRIBUNCIREBON.COM, SUKABUMI - Dua orang bocah SD diduga menjadi korban rudapaksa oleh seorang pemuda di wilayah Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
Informasi diperoleh, dua korban berinisial NA dan NS berusia 9 tahun dan terduga pelaku seorang pria berinisial RP (19).
TRH (30) orang tua korban berinisial NA, menjelaskan, peristiwa dugaan rudapaksa yang dialami korban terjadi tadi siang saat korban pulang sekolah, Rabu (24/5/2023).
Awalnya, korban tiba-tiba menangis saat sampai rumah.
Baca juga: Guru Ngaji di Cilengkrang Diduga Cabuli 12 Murid, Sempat Dinikahkan Dengan Korban yang Hamil
"Pas pulang sekolah langsung nangis katanya ada yang bawa ke SCP bekas tambang pasir, lalu dia cerita, kata saya kenapa, kata anak saya neng digituin katanya, kata saya sama siapa, sama tukang ojeknya kata dia, saya langsung nyari (pelaku)," kata TRH kepada awak media di Satreskrim Polres Sukabumi, Rabu (24/5/2023) sore.
TRH mengatakan, saat itu ia menerima foto terduga pelaku dari temannya, saat diperlihatkan kepada korban, korban mengiyakan bahwa foto tersebut merupakan terduga pelaku yang melakukan rudapaksa.
"Jadi ada foto (terduga pelaku) di teman-teman saya, saya lihatin ke anak saya, kata anak saya iya itu, jadi langsung tahu," jelasnya.
Baca juga: Sopir Angkot di Cianjur Ditangkap Polisi Gegara Rudapaksa dan Sekap Siswi SMK
Ia pun langsung menyambangi rumah terduga pelaku, saat itu terduga pelaku tengah tertidur dan langsung dibawa ke Polres Sukabumi untuk tindak lanjut penanganan.
"Terduga pelaku pas ditangkap itu lagi tiduran di rumahnya, saya tanya orang tuanya mana itu, ada katanya saya langsung tarik orangnya langsung dibawa ke polisi ke Polres," kata TRH.
Kronologi Versi Keluarga Korban
TRH mengatakan, saat itu anaknya bersama satu orang temannya baru pulang sekolah, tiba-tiba ada yang menjemput paksa meminta naik sepeda motor sambil memberikan ancaman.
"Dia (terduga pelaku) langsung narik anak dua ini, dibawa ke SCP ke kebun. Itu bukan tukang ojek kata anak saya, itu diancam katanya anak saya, tapi gak bilang apa ancamannya, trauma anak sayanya," ucapnya.
Diketahui, saat ini kasus tersebut masih ditangani unit PPA Satreskrim Polres Sukabumi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/cirebon/foto/bank/originals/cabul.jpg)