Cerita Bhante Kanthadammo Asal Cirebon Ikut Jalan Kaki dari Thailand, Masuk Indonesia Banyak Sukanya
salah satu dari puluhan biksu yang tengah menjalani ritual Thudong tersebut merupakan putra daerah asli kelahiran Kota Udang
Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: dedy herdiana
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi
TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Sebanyak 32 biksu berjalan kaki dari Thailand menuju Candi Borobudur dan kini singgah selama beberapa hari di Kota Cirebon.
Namun, siapa sangka salah satu dari puluhan biksu yang tengah menjalani ritual Thudong tersebut merupakan putra daerah asli kelahiran Kota Udang.
Baca juga: Cerita Biksu Asal Malaysia yang Ikuti Thudong dari Thailand, Akui Warga Indonesia Paling Toleransi
Dia adalah Bhante Wawan atau Bhante Kanthadammo (52) yang kini tinggal di Thailand sejak enam tahun terakhir meski dalam beberapa kesempatan kerap pulang kampung.
Wajahnya tampak teduh dan terlihat selalu tersenyum kepada siapa pun yang ditemui pria kelahiran Cirebon pada 1971 tersebut.
Bahkan, saat rombongan biksu Thudong tiba di Kota Cirebon pada Kamis (18/5/2023) lalu, Bhante Wawan terlihat paling aktif menyapa ratusan warga yang menyambut di sepanjang jalan.
Saat itu, Bhante Kanthadammo juga tampak melambaikan tangan ke arah warga yang berjejer di sepanjang jalan sambil berujar, "Senyumnya mana? Senyumnya mana?"
Ia mengaku, lebih banyak menemui duka sejak memulai perjalanan Thudong dari Nakhon Si Tammarat, Thailand, pada 23 Maret 2023.
"Tapi, saat memasuki Indonesia langsung banyak sukanya, enggak ada duka lagi," kata Bhante Kanthadammo saat ditemui di kawasan Jalan Cipto Mangunkusumo, Kota Cirebon, Sabtu (20/5/2023).
Baca juga: Bupati Cirebon Apresiasi Semangat Para Biksu yang Berjalan Kaki dari Thailand Menuju Candi Borobudur
Bahkan, menurut dia, para biksu yang mengikuti Thudong menuju Candi Borobudur tersebut juga mengakui Indonesia merupakan negara yang paling toleransi.
Ia mengatakan, sempat meminta pendapat dari puluhan biksu Thudong itu mengenai sambutan yang didapat dari masyarakat, khususnya saat melintasi Cirebon.
"Ada bhante yang bilang saat melintasi Thailand, toleransinya hanya sebesar satu ruas jari, dan di Malaysia hanya sebesar jari kelingking, tapi di Indonesia sampai 20 jari kaki serta tangan juga kurang, karena sangat besar," ujar Bhante Kanthadammo.
Ia menyampaikan, sambutan paling luar biasa yang didapat para biksu Thudong tersebut ialah saat berjalan kaki melintasi wilayah Karawang hingga Cirebon.
Pasalnya, di sepanjang jalan yang dilalui puluhan biksu itu ratusan warga sangat antusias menyambut kedatangan para biksu yang dikawal Laskar Agung Macan Ali tersebut.
Bahkan, tidak sedikit warga yang berbagi makanan maupun minuman kepada para biksu yang berjalan kaki menuju Candi Borobudur untuk memperingati Hari Raya Waisak 2023.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/cirebon/foto/bank/originals/Bhante-Kanthadammo-biksu-asal-Kota-Cirebon-2052023.jpg)