Senin, 13 April 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

INFO Penting Terjadi Dua Fenomena Alam 6 Mei 2023, Hujan Meteor dan Gerhana Bulan

Ada dua fenomena alam yang akan terjadi 5-6 Mei 2023 malam hingga dini hari nanti, yakni gerhana bulan penumbra dan hujan meteor eta aquarid

Editor: dedy herdiana
wikipedia/Tribun
Ilustrasi gerhana bulan dan hujan meteor 

TRIBUNCIREBON. COM - Berikut informasi penting yang perlu Anda ketahui tentang fenomena alam di langit Indonesia mulai malam ini.

Ada dua fenomena alam yang akan terjadi 5-6 Mei 2023 malam hingga dini hari nanti, yakni gerhana bulan penumbra dan hujan meteor eta aquarid.

Koordinator Bidang Tanda Waktu BMKG, Himawan Widiyanto mengungkapkan, wilayah Indonesia bakal mengalami gerhana bulan penumbra atau GBP pada Jumat, 5 Mei 2023 malam hingga Sabtu, 6 Mei 2023 dini hari.

Proses gerhana bulan total terlihat dari kawasan Masjid Salman ITB, Kota Bandung, Sabtu (28/7/2018) dinihari. Gerhana Bulan tersebut merupakan yang terlama pada abad ke-21 ini dengan durasi mencapai 103 menit. Durasi itu bakal menjadi yang terlama hingga lebih dari 100 tahun ke depan. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN)
Proses gerhana bulan total terlihat dari kawasan Masjid Salman ITB, Kota Bandung, Sabtu (28/7/2018) dinihari. Gerhana Bulan tersebut merupakan yang terlama pada abad ke-21 ini dengan durasi mencapai 103 menit. Durasi itu bakal menjadi yang terlama hingga lebih dari 100 tahun ke depan. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN) (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN)

Baca juga: Gerhana Bulan Penumbra, Disunatkan Shalat Gerhana atau Tidak? Begini Penjelasannya

“GBP akan terjadi dari tanggal 5 Mei 2023 jam 22.12 WIB dan berakhir tanggal 6 Mei 2023 jam 02.33 WIB,” ungkapnya.

Dia mengatakan, puncak gerhana bulan penumbra akan berlangsung pada pukul 00.22 WIB, Sabtu (6/5/2023).

Gerhana bulan penumbra bisa dilihat jika kondisi cuaca cerah-berawan dan aman disaksikan masyarakat dengan mata telanjang, tanpa harus menggunakan kacamata khusus gerhana.

Adapun hujan meteor eta aquarid akan mencapai fase puncak pada Sabtu, 6 Mei 2023, dini hari.

Ilustrasi hujan meteor 
Ilustrasi hujan meteor  (Tribunnews/Tribun-Bali.com)

Peneliti Pusat Penelitian Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Emanuel Sungging Mumpuni mengatakan seluruh wilayah Indonesia dapat menyaksikan hujan meteor tersebut.

"Puncaknya sekitar 6 Mei dini hari dari arah timur," ucap Emanuel, Selasa (2/5/2023) via kompas.tv.

Diketahui hujan meteor Eta Aquarid disebabkan oleh komet Halley yang beredar selama sekitar 76 tahun untuk satu putaran.

Saat Bumi beredar dalam orbitnya mengelilingi Matahari, Bumi melewati daerah sisa guguran komet yang menyebabkan terjadinya hujan meteor.

Puncak hujan meteor Eta Aquarid akan terjadi sekitar pukul 01.00 WIB dini hari hingga sebelum Matahari terbit.

Pada saat itu, Bumi melewati daerah dengan jumlah meteor atau guguran komet terbanyak. 

Masyarakat dapat melihat hujan meteor Eta Aquarid sebanyak 50 kejadian tiap jamnya.

Meski puncak hujan meteor Eta Aquarid terjadi bersamaan dengan Gerhana Bulan penumbra pada 5-6 Mei, masyarakat masih bisa mengamati hujan meteor pada 5 dan 7 Mei.

Sumber: Tribun Cirebon
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved