Mak Iye Penyapu Koin di Jembatan Sewoharjo Dapat Uang Rp 15 Juta, Ternyata Kena Prank
Mak Iye, seorang ibu penyapu koin di Jembatan Sewoharjo bahagia saat ada pemudik menggunakan motor melemparkan uang sebesar Rp 15 juta
Kemudian Mitos kedua adalah tragedi kecelakaan yang menimpa salah satu rombongan bus yang hendak membawa transmigran asal Boyolali, pada 11 Maret 1974 lalu. Rombongan transmigran tersebut hendak menuju Sumatera Selatan.
Namun, salah satu bus yang membawa rombongan tersebut tergelincir, kemudian masuk ke sungai dan terbakar di kali Sewo Desa Sukra Kabupaten Indramayu.
"Musibah tersebut terjadi pada pukul 04.30 dini hari. Sebanyak 67 orang yang terdiri dari orang dewasa dan anak-anak tewas akibat kejadian tersebut," ujarnya
Di antara rombongan yang mengalami musibah, hanya tiga anak-anak saja yang selamat.
"Semua korban yang tewas dimakamkan di dekat pemakaman umum yang terletak di dekat lokasi kejadian, dan dibuatkan monumen Pahlawan Transmigrasi," ucapnya
Untuk menghormati korban kecelakaan tersebut maka sudah menjadi tradisi bagi supir, dan penumpang yang melintas Jembatan Sewo yang melempat uang recehan di jembatan tersebut, dan momen ini dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar jembatan Sewo. Maka tidak heran setiap hari setiap saat ada yang menunggu di jembatan ini
"Semenjak kejadian itu, banyak para pengendara yang melempar koin ketika melewati jembatan tersebut. Tujuannya agar diberi keselamatan selama perjalanan melintasi Jalur Pantura dari gangguan makhluk halus," ungkapnya
"Tidak jelas kapan ritual lempar koin ini mulai ada. Namun, sebagian besar masyarakat meyakini jika tradisi ini sudah ada sejak zaman Belanda," ucapnya.
Masyarakat juga sangat meyakini bahwa yang meminta atau menyapu koin di sekitar jembatan ini salah satunya adalah jelmaan makhluk halus penghuni Jembatan Sewo.
"Makanya yang lewat sini pada melempar koin. Misal dari Jakarta mau ke Surabaya, mereka pasti lempar koin, untuk memohon diselamatkan dalam perjalanannya, agar tidak mengantuk, dan lain-lain," ungkap Mak Iye.
Hingga kini, tradisi melempar koin oleh para pengendara sudah menjadi tradisi. Bahkan, yang dilempar bukan hanya uang koin saja.
"Terkadang mereka melempar lebih dari 1 koin, bahkan uang kertas dengan pecahan yang besar. Menyapu koin pun kini sudah dijadikan sebagai mata pencaharian utama bagi masyarakat di sana," ujarnya(*)
Pemkab Indramayu Siapkan Skema dan Strategi Ini Untuk Penyapu Koin Jembatan Sewo Beralih Pekerjaan |
![]() |
---|
Pemudik Terjun ke Jurang di Cadas Pangeran Sumedang, Korban Masih Koma dan Ditangani di ICU |
![]() |
---|
Detik-detik Polisi Bantu Pemudik yang Kena Serangan Jantung di Sekitar Rest Area KM 72 A Cipularang |
![]() |
---|
Ratusan Pemudik Sampai Nginap di Bale Santai Honda Indramayu, Dapat Service Motor Gratis Juga |
![]() |
---|
Pemudik Asal Pancoran Tewas Terlintas Mobil Elf di Jalur Pantura Indramayu, Ini Kronologinya |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.