Tak Sediakan Fasilitas Air Bersih, Developer Diadukan Warga ke DPRD Kota Cirebon
Komisi II DPRD Kota Cirebon meminta pengembang Perumahan Jala Graha segera memenuhi hak warga untuk menyediakan air bersih.
Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Mutiara Suci Erlanti
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi
TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Komisi II DPRD Kota Cirebon meminta pengembang Perumahan Jala Graha, Kelurahan Kesenden, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon, segera memenuhi hak warga untuk menyediakan air bersih.
Ketua Komisi II DPRD Kota Cirebon, H Karso, mengatakan, pengembang perumahan tersebut diminta untuk menyediakan tempat penampungan air bersih untuk kebutuhan warga.
"Persolan ini sudah berlangsung lama, dan warga selalu kesulitan mencari untuk kebutuhan mandi, mencuci, serta kakus (MCK)," ujar Karso saat ditemui usai memfasilitasi pertemuan warga perumahan Jala Graha, pengembang, dan jajaran direksi Perumda Air Minum Kota Cirebon, di Griya Sawala DPRD Kota Cirebon, Jalan Siliwangi, Senin (10/4/2023).
Ia mengatakan, awal mula protes warga dimulai saat membeli unit rumah pada 2015 dengan fasilitas air bersih, tetapi hingga kini belum juha dipenuhi oleh pengembang.
Karenanya, menurut dia, masyarakat marah dan secara administrasi developer menempuh syarat-syarat perizinan, termasuk kajian teknis akan mendapat distribusi air bersih dari PDAM.

Pihaknya mengakui, pipa jaringan distribusi air Perumda Air Minum Tirta Giri Nata belum menjangkau wilayah Pesisir, karena kondisinya sudah tua dan banyak kebocoran.
Akhirnya, Perumda Air Minum menyarankan developer untuk membuat ground tank atau tangki penampung air skala besar untuk menyediakan air bersih warga perumahan.
"Dari developer sempat menyediakan air untuk masyarakat, tapi airnya diambil dari sungai lalu disaring, namun kondisinya sangat tidak layak, dan banyak warga mengeluh gatal-gatal," kata Karso.
Sementara Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Giri Nata Kota Cirebon, Sopyan Satari, menyampaikan, seharusnya pengembang tidak menjanjikan ketersedian air bersih dari PDAM saat mempromosikan penjualan rumah.
Pasalnya, sebelum pembangunan, pihaknya sudah mengingatkan tidak mungkin untuk memasang saluran pipa ke wilayah pesisir dan sekitarnya, karena merupakan daerah terjauh serta terpadat.
"Sebelum dibangun, mereka menanyakan ke kami soal bagaimana masalah jaringan air, dan kami sampaikan sulit distribusi ke sana, karena jalur merah, sehingga tidak mungkin," ujar Sopyan Satari.
Dalam rapat itu, setelah mendapat desakan warga akhirnya perwakilan developer berjanji bakal memenuhi aspirasi untuk menyediakan air bersih dalam waktu dekat.
Polemik Kenaikan PBB Mulai Ada Titik Terang, Ini Kata Ketua DPRD Kota Cirebon |
![]() |
---|
DPRD Kota Cirebon Gelar Paripurna Simak Pidato Presiden Prabowo, Andrie Sulistio Ingatkan Soal Ini |
![]() |
---|
Bunyi Pasal 9 yang Akan Direvisi DPRD Kota Cirebon Imbas Protes Kenaikan PBB 1.000 Persen |
![]() |
---|
DPRD Kota Cirebon Soroti Sekolah Swasta yang Nyaris Tutup, Ini Usulan Solusinya |
![]() |
---|
Karang Taruna di Kota Cirebon Harus Lebih Berperan, Dapat Dukungan dari DPRD |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.