Sabtu, 9 Mei 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

Anak Sersan Darjaie yang Serahkan Senapan Api Sisa DI/TII Dagang Gorengan di Jatinangor Sumedang

Nuryana (32) anak keenam Sersan Darjaei bersama adiknya Iman Nuriman (28) anak kedelapan Sang Sersan sehari-hari berjualan gorengan

Tayang: | Diperbarui:
Editor: dedy herdiana
Tribunjabar.id/Kiki Andriana
Nuryana bersama adiknya Iman Nuriman(28) anak  Sersan Darja'i saat ditemui di lapak dagangannya, Kamis (6/4/2023).  

Laporan Kontributor TribunJabar.id Kiki Andriana dari Sumedang

TRIBUNCIREBON.COM, SUMEDANG - Nuryana (32) anak keenam Sersan Darjaei bersama adiknya Iman Nuriman
(28) anak kedelapan Sang Sersan sehari-hari berjualan gorengan di Jalan Kolonel Achmad Syam, Desa Sayang, Jatinangor, Sumedang

Mereka hidup dari usaha tersebut, meski di lapak yang masih berstatus sewa. Keduanya tetap tangguh dan tak pernah berharap belas kasih orang lain. 

Diakui, sikap gigih itu didapatnya dari didikan ayah mereka yang disiplin. Ayah mereka telah meninggal dunia seratus hari lalu. Dan baru kemarin, Senin (3/4/2023) senapan jenis Pistol Mitraliur M45 yang ditemukan di dalam lemarinya diserahkan kepada Danrem 062 Tarumanagara Kolonel Inf Asep Sukarna. 

Foto almarhum Sersan Darja'ie.
Foto almarhum Sersan Darja'ie. (Tribun Jabar/Kiki Andriana)

Baca juga: Kisah Sersan Darjaei Rampas Senjata Api PM M45 dari DI/TII, Kini Diserahkan Ahli Waris ke TNI

Penyerahan dilakukan di rumah kontrakan Darja'ie di Babakan Cikeruh, Desa Cimekar, Cileunyi, Kabupaten Bandung. 

Senapan itu disimpan di dalam lemari. Karena perlu kelengkapan dokumen untuk mengurus pensiun, Nuryana membuka lemari itu. Di dalamnya ada senapan lengkap dengan pelurunya.  

"Bapak orangnya tegas. Dan dengan pengasuhan demikian, anak-anaknya semua mandiri. Saya dagang gorengan ini tak ada dikasih modal, usaha sendiri," kata Nuryana saat dikunjungi TribunJabar.id di lapak dagangannya, Kamis (6/4/2023). 

Nuryana sudah tiga tahun berjualan gorengan di Jatinangor. Sebelumnya dia bekerja sebagai sopir angkot, bahkan sopir bus. 

Gorengan yang dijualnya adalah pisang goreng krispi, bakwan dan cireng isi. Pisang gireng krispi disajikan dengan taburan keju parut. 

Seragam milik Sersan Dardja'ei.
Seragam milik Sersan Dardja'ei. (Tribun Jabar/Kiki Andriana)

"Bapa pensiun enggak tahu, sudah lama waktu saya masih kecil. Waktu bapak masih ada gaji masih ada, tapi setelah meninggal, saya kebingungan urus persyaratannya untuk dapat pensiun itu," katanya. 

Soal kegigihan, Nuryana mengaku didapatnya dari didikan ayah. Namun soal keahlian berdagang, dia dapatkan dari ibunya, Nani Suhaeni (62, alm) yang merupakan istri kedua Darja'ie. Istri pertama Sersan Darja'ie adalah Nani Sumarni (alm).

"Dulu ibu sering dagang ke Pasar Baru, Kota Bandung. Saya sering ikut dan melihat bagaimana caranya berdagang, lihat juga banyak makanan," katanya.

Baca juga: Sosok Misterius Sersan Dardjaei, Disebut Eks Intel RPKAD, Tekuak dari Pistol Buatan Swedia & Seragam

 

 

 

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved