Jumat, 24 April 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

Kisah Sersan Darja'ei Rampas Senjata Api PM M45 dari DI/TII, Kini Diserahkan Ahli Waris ke TNI

Danrem Tarumanagara mengatakan, senjata itu kemudian diberikan atasan Sersan Darja'ei dan dimilikinya hingga akhir hayat.

|
Editor: taufik ismail
Tribun Jabar/Kiki Andriana
Nuriyana (32), warga di Dusun Bojong Eureun, Desa Cibeusi, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang menyerahkan senjata api lengkap dengan puluhan butir peluru kepada Danrem 062 Tarumanagara Kolonel Inf Asep Sukarna (kiri kedua), Senin (3/4/2023). 

Laporan Kontributor TribunJabar.id Kiki Andriana dari Sumedang

TRIBUNCIREBON.COM, SUMEDANG - Danrem 062 Tarumanagara Kolonel Inf Asep Sukarna menyatakan senjata milik almarhun Sersan Darja'ie yang diserahkan anak-anaknya ke TNI adalah senjata yang legal. 

Anak-anak Sersan Darja'ie menyerahkan senjata api milik ayah mereka yang ditemukan pada sebuah lemari.

Penyerahan dilakukan di rumah kontrakan Darja'ie di Babakan Cikeruh, Desa Cimekar, Cileunyi, Kabupaten Bandung, pada Senin (3/4/2023). 

Senapan tempur itu bertipe Pistol Mitraliur M45 buatan Swedia.

Pistol itu lengkap dengan 42 butir peluru, dua buah magazin, dan satu pembungkus magazin. Senjata itu dinyatakan masih berfungsi dengan baik.  

"Yang namanya diserahkan, senjata ini legal. Juga dilengkapi sertifikat pemberian senjata ini dulu oleh atasan Sersan Darja'ie bertiti mangsa 1949," kata Danrem. 

Ada yang menarik dalam perolehan senjata itu.

Sersan Darja'ie merampasnya langsung dari tangan anggota Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII). 

Sebelumnya, senjata tersebut digunakan oleh DI/TII. Karena berhasil dirampas oleh Sersan Darjai'e, senjata itu diserahkan ke kesatuan yakni Divisi IV Siliwangi

"Oleh atasan di Divisi IV Siliwangi ini, senjata tersebut dihadiahkan kepada Sersan Darja'ie," kata Asep Sukarna. 

Baca juga: Sosok Misterius Sersan Dardjaei, Disebut Eks Intel RPKAD, Tekuak dari Pistol Buatan Swedia & Seragam

Nuryana (32) anak keenam Sersan Djara'ie mengatakan ayahnya meninggal dunia 100 hari lalu.

Selama hidup, dia mengenal ayahnya sosok yang tegas. 

Di antara ketegasannya adalah tak seorang pun boleh membuka sebuah lemari yang disimpan di kamar Darja'ie. Nuryana tak tahu di antara isi lemari itu senjata. 

Namun, Sersan Darja'ie memang berwasiat bahwa lemari itu baru boleh dibuka setelah dia tiada. Sekaligus dalam pesan itu pula, Darja'ie mengatakan bahwa jika ada sesuatu hal yang membuat terhenyak, anak-anaknya harus menghubungi markas TNI

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved