Kisah Sersan Darja'ei Rampas Senjata Api PM M45 dari DI/TII, Kini Diserahkan Ahli Waris ke TNI
Danrem Tarumanagara mengatakan, senjata itu kemudian diberikan atasan Sersan Darja'ei dan dimilikinya hingga akhir hayat.
Laporan Kontributor TribunJabar.id Kiki Andriana dari Sumedang
TRIBUNCIREBON.COM, SUMEDANG - Danrem 062 Tarumanagara Kolonel Inf Asep Sukarna menyatakan senjata milik almarhun Sersan Darja'ie yang diserahkan anak-anaknya ke TNI adalah senjata yang legal.
Anak-anak Sersan Darja'ie menyerahkan senjata api milik ayah mereka yang ditemukan pada sebuah lemari.
Penyerahan dilakukan di rumah kontrakan Darja'ie di Babakan Cikeruh, Desa Cimekar, Cileunyi, Kabupaten Bandung, pada Senin (3/4/2023).
Senapan tempur itu bertipe Pistol Mitraliur M45 buatan Swedia.
Pistol itu lengkap dengan 42 butir peluru, dua buah magazin, dan satu pembungkus magazin. Senjata itu dinyatakan masih berfungsi dengan baik.
"Yang namanya diserahkan, senjata ini legal. Juga dilengkapi sertifikat pemberian senjata ini dulu oleh atasan Sersan Darja'ie bertiti mangsa 1949," kata Danrem.
Ada yang menarik dalam perolehan senjata itu.
Sersan Darja'ie merampasnya langsung dari tangan anggota Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII).
Sebelumnya, senjata tersebut digunakan oleh DI/TII. Karena berhasil dirampas oleh Sersan Darjai'e, senjata itu diserahkan ke kesatuan yakni Divisi IV Siliwangi.
"Oleh atasan di Divisi IV Siliwangi ini, senjata tersebut dihadiahkan kepada Sersan Darja'ie," kata Asep Sukarna.
Baca juga: Sosok Misterius Sersan Dardjaei, Disebut Eks Intel RPKAD, Tekuak dari Pistol Buatan Swedia & Seragam
Nuryana (32) anak keenam Sersan Djara'ie mengatakan ayahnya meninggal dunia 100 hari lalu.
Selama hidup, dia mengenal ayahnya sosok yang tegas.
Di antara ketegasannya adalah tak seorang pun boleh membuka sebuah lemari yang disimpan di kamar Darja'ie. Nuryana tak tahu di antara isi lemari itu senjata.
Namun, Sersan Darja'ie memang berwasiat bahwa lemari itu baru boleh dibuka setelah dia tiada. Sekaligus dalam pesan itu pula, Darja'ie mengatakan bahwa jika ada sesuatu hal yang membuat terhenyak, anak-anaknya harus menghubungi markas TNI.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/cirebon/foto/bank/originals/Serahkan-Senjata-Danrem-Tarumanegara.jpg)