Kriminalitas

Geram Ditagih Hasil Gandakan Uang, Dukun Pengganda Uang Racuni Kliennya Hingga Tewas

Seorang pria asal Kecamatan Wanayasa, Banjarnegara, Jawa Tengah berinisial TH diringkus polisi atas dugaan pembunuhan.

Istimewa
Dukun pelaku pembunuhan di Mapolres Banjarnegara 

TRIBUNIREBON.COM- Seorang pria asal Kecamatan Wanayasa, Banjarnegara, Jawa Tengah berinisial TH diringkus polisi atas dugaan pembunuhan.

TH, yang  merupakan dukun pengganda uang tersebut ditangkap karena diduga melakukan pembunuhan.

Dia diduga menghabisi nyawa kliennya sendiri karena sering ditagih janji soal uang yang digandakan.

Hal tersebut dibenarkan Kapolres Banjarnegara, AKBP Hendri Yulianto.

Dia mengatakan, memang benar bahwa TH merupakan dukun pengganda uang.

Korban yang nyawanya dihabisi TH sebelumnya diiming-imingi bisa menggandakan uang hingga miliaran rupiah.

Korban pun tertarik hingga menyerahkan uang puluhan juta eupiah ke TH.

Namun, TG tak kunjung memenuhi janjinya.

Korban pun menagih janji TH untuk menyerahkan uang yang sudah digandakan.

 
"TH ini kesal karena ditagih terus, " kata Kapolres, dikutip dari TribunBanyumas.com.

Kesal ditagih, muncul ide untuk melakukan pembunuhan.

TH pun akhirnya membunuh korban dengan menggunakan racun.

Jasad korban langsung dikubuh di sebuah ladang.

Atas perbuatannya tersebut, TH Terancam hukuman mati.

"Ancaman pidana hukuman mati, seumur hidup, atau 20 tahun penjara, " katanya.

TH diketahui tak sendirian dalam menjalankan bisnis menggandakan uang ini.

Ia bersama BS, yang bertugas mempromosikan TH di media sosial.

TH dan BS kini sama-sama ditetapkan sebagai tersangka.

Kronologi Kejadian

Kejadian bermula dari BS yang tahun lalu membuat unggahan di Facebook soal keahlian TH menggandakan uang.

Korban, PO (53) warga Sukabumi Jawa Barat pun tertarik dengan hal tersebut.

Akhirnya, korban mengeluarkan uang dengan total sekitar Rp 70 juta.

Karena tak kunjung mendapatkan uangnya kembali, korban pun mengancam akan melaporkan hal tersebut ke pihak kepolisian.

"Kemudian oleh tersangka, korban diberikan minuman yang dicampur racun dan ditemukan meninggal terkubur," kata Hendri.

Mengutip TribunBanyumas.com, pun mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dan jangan mudah percaya penggandaan uang secara instan.

"Padahal itu hanya kedok penipuan yang sering terjadi," tegasnya.

Kapolres Banjarnegara merilis kasus pembunuhan oleh dukun pengganda uang

Anak Korban Melapor

Dukun pelaku pembunuhan di Mapolres Banjarnegara
Dukun pelaku pembunuhan di Mapolres Banjarnegara (Istimewa)

Anak korban pun melapor kepihak kepolisian atas kasus orang hilang.

Ia mengungkapkan, ayahnya sudah tidak bisa dihubungi sejak 24 Maret 2023.

Anak korban, GE, mengaku pernah diajak ayahnya ke Banjarnegara.

Keduanya berangkat menggunakan bus jurusan Sukabumi-Wonosobo.

Sesampainya di Wonosobo, mereka bertemu dengan Mbah Slamet (pelaku) yang mengajak mereka ke rumahnya di Desa Balun Kecamatan Wanayasa Kabupaten Banjarnegara.

Sesampainya di rumah, GE disuruh menunggu, sedangkan ayahnya masuk ke sebuah ruangan.

"Pada 20 Maret 2023, korban PO datang sendirian dari Sukabumi menuju ke rumah Mbah Slamet di Banjarnegara menggunakan Mobil Wuling warna hitam, " lanjut Hendri.

Lalu tiga hari kemudian, korban mengirimkan pesan melalui WhatsApp ke anaknya yang lain, SL.

Pesan tersebut berisikan lokasi tempat ayahnya berada.

Dari situ lah, Polres Banjarnegara berhasil mengamankan pelaku.

(Tribunnews.com, Renald)(TribunBanyumas.com, Khiirul Muzaki)

 

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com 

Sumber: Tribunnews.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved