Disnaker Indramayu Telusuri Ada Warganya yang Disekap di Myanmar, Akan Gandeng SBMI Hingga BP2MI
Disnaker Indramayu akan berkoordinasi untuk memulangkan warganya yang disekap di Myanmar.
Penulis: Handhika Rahman | Editor: taufik ismail
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman
TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Pemerintah Kabupaten Indramayu akan menelusuri perihal kasus yang menimpa 3 warganya di Myanmar.
Melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Indramayu, pemerintah daerah akan berkoordinasi pula dengan Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) mengusut tuntas kasus tersebut.
Berdasarkan data dari SBMI, ada 20 Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau TKI disekap di Myanmar.
Sebanyak 3 orang di antaranya diketahui berasal dari Indramayu.
Sedangkan TKI lainnya ada yang berasal dari Jakarta, Sukabumi, Bekasi, dan Medan.
Mereka diduga kuat menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO).
"Kami akan berkoordinasi dengan SBMI untuk menelusuri warga kami yang kabarnya disekap di Myanmar, karena kami juga belum memiliki data," ujar Kepala Seksi Penempatan Tenaga Kerja Luar Negeri Disnaker Indramayu Sukirman kepada Tribuncirebon.com di Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA) Indramayu, Senin (3/3/2023).
Sukirman menyampaikan, selain SBMI, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan instansi terkait lainnya.
Mulai dari Kementerian Luar Negeri, Kementerian Kementerian Ketenagakerjaan, hingg BP2MI.
Di sisi lain, Sukirman tidak memungkiri, kasus perdagangan orang ke luar negeri ini angkanya masih cukup banyak.
Terakhir, kasus yang terakhir dibongkar oleh polisi perihal TPPO ke negara Kamboja. Pelakunya pun sekarang sudah diamankan.
Oleh karenanga, kata Sukirman, pihaknya tidak lelah untuk terus mensosialisasikan kepada para Calon TKI untuk bisa berangkat kerja ke luar negeri melalui jalur resmi.
Mulai dari membuat surat izin keluarga, pemerintah desa, mengikuti pelatihan, melapor ke pemerintah daerah, serta prosedur pemberangkatan lainnya.
"Alhamdulillah kalau dari tingkat pelaporan memang ada peningkatan, secara perlahan kesadaran masyarakat mulai meningkat," ujar dia.
Baca juga: 20 TKI yang Disekap di Myanmar Diduga Mengalami Penyiksaan, Mulai Dipukul hingga Disetrum
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/cirebon/foto/bank/originals/Layanan-Terpadu-Satu-Atap-LTSA-Indramayu.jpg)