Sapi Diserang Penyakit Lato lato

BREAKING NEWS: Peternak Sapi Perah di Kuningan Resah, Penyebaran Penyakit Lato-lato Merajalela

Sejumlah peternak sapi perah di Kuningan resah. Hal itu menyusul dengan penyebaran penyakit lato-lato yang menyerang ternak sapinya

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: dedy herdiana
Tribuncirebon.com/Ahmad Ripai
Yono Peternak Sapi di Kampung Mulya Asih, Desa Puncak Kecamatan Cigugur, Kuningan, Selasa (7/3/2023). 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Sejumlah peternak sapi perah di Kuningan resah. Hal itu menyusul dengan penyebaran penyakit LSD (Lumpy Skin Disease) atau yang lebih dikenal dengan sebutan penyakit Lato-lato.

Keserahan terjadi, seperti di alami Yono (36), salah seorang peternak warga Kampung Mulya Asih Desa Puncak, Kecamatan Cigugur, saat di temui di sela aktivitasnya sebagai peternak sapi.

"Jelas sangat resah dan hawatir, apalagi penyakit Lato-lato baru terjadi sekitar semingguan lalu," kata Yono saat berbincang dengan wartawan tadi, Selasa (7/3/2023).

Menurut Yono mengemuka, serangan penyakit itu terjadi pada bagian bawah, itu terlihat di kaki depan dan belakang hingga menimbulkan keanehan bentuk tubuh sapi.

"Penyakit Lato - Lato, kalau kata petugas medis hewan, itu penyakit cacar sapi, yang di akibatkan oleh penyebaran virus. Nah, berdasarkan pengalaman saya, awal serangan penyakit itu dari bagian kaki sapi," ujarnya.

Dengan muncul bentuk bulat dan aneh, hingga bentuk itu membesar, membuat sapi sakit," katanya.

Dampak penyebaran penyakit, kata Yono mengungkap, ini menimbulkan kondisi fisik sapi lemah hingga nafsu makan hilang.

"Ya dengan sebaran penyakit Lato - Lato, sapi kami sakit dan tidak nafsu makan. Akibatnya, produksi susu menurun drastis," kata Yono lagi.

Terlepas dengan ancaman penyakit Lato - Lato, kata Yono mengaku, sebaran penyakit ini membuat mental peternak turun. Sebab, pengalaman dari penyebaran penyakit mulut dan kaki belum bersih total, kini muncul serangan penyakit baru.

"Ya, masa serangan penyakit mulut dan kaki belum pulih sempurna, kini usaha susu perah kami, diserang penyakit Lato - Lato," kata Yono lagi.

Semasa serangan penyakit mulut dan kaki, Yono merugikan lebih dari puluhan juta. "Ya, untuk kerugian kami rasakan itu puluhan juta. Habis kematian sapi saya itu ada sebanyak 7 ekor dan mendapat pengganti dari pemerintah, hanya 1 ekor sapi," ujarnya. (*)

Baca juga: Kirab Merah Putih Bersama Watimpres RI di Kuningan Diberangkatkan dari Tempat Wisata J&J

 

Sumber: Tribun Cirebon
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved