Gempa Turki

Kondisi Terkini di Turki, Kerusuhan Pecah, Pencarian Korban Dihentikan Sementara, Terdengar Tembakan

Kerusuhan terjadi di Turki utara yang mengakibatkan proses evakuasi dihentikan sementara.

Editor: taufik ismail
OMAR HAJ KADOUR/AFP
Warga dan penyelamat mencari korban dan penyintas di tengah puing-puing bangunan yang runtuh setelah gempa bumi di desa Besnaya di provinsi Idlib barat laut Suriah yang dikuasai pemberontak di perbatasan dengan Turki, pada 6 Februari 2023. Terjadi kerusuhan di Turki yang mengakibatkan proses evakuasi dihentikan. 

TRIBUNCIREBON.COM - Proses penyelamatan korban gempa Turki di wilayah Turki utara terhambat.

Ini karena terjadi kerusuhan antara dua kelompok.

Kerusuhan tersebut terjadi pada Sabtu (11/2/2023).

Menurut media setempat, hampir 50 orang ditangkap karena penjarahan.

Petugas juga menyita beberapa senjata.

Kerusuhan membuat tim penyelamat Jerman dan tentara Austria menghentikan sementara operasi pencarian korban.

Seorang penyelamat mengatakan kondisi keamanan diperkirakan bakal memburuk karena persediaan makanan menipis.

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan  mengatakan akan menggunakan kekuatan darurat untuk menghukum siapa pun yang melanggar hukum.

Seorang juru bicara Tentara Austria mengungkapkan bentrokan terjadi antara kelompok yang tak teridentifikasi di Provinsi Hatay, membuat lusinan personel dari Unit Penanggulangan Bencana Pasukan Austria mencari perlindungan di kamp dengan organisasi internasional lainnya.

“Ada agresi yang meningkat antara faksi di Turki,” kata Letnan Kolonel Pierre Kugelweis dalam pernyataannya.

“Peluang menyelamatkan nyawa tak memiliki hubungan yang masuk akal dengan risiko keselamatan,” tuturnya.

Beberapa jam setelah Austria menghentikan upaya penyelamatannya, Kementerian Pertahanan negara itu mengatakan bahwa tentara Turki telah turun tangan untuk menawarkan perlindungan.

Dengan begitu, memungkinkan operasi penyelamatan untuk dilanjutkan.

Cabang dari grup pencarian dan penyelamatan Jeman, ISAR dan Badan Federal untuk Bantuan Teknis Jerman (TSW) juga menunda operasi penyelamatan karena alasan keamanan.

“Ada lebih banyak bentrokan antara faksi yang berbeda, tembakan juga telah dilepaskan,” kata Juru Bicara ISAR, Stefan Heine.

Sumber: Kompas TV
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved