Dewan Kesenian Kabupaten Cirebon Catat Ada 42 Kesenian Terancam Punah, Ada Umbul dan Wayang Papak
Ada 42 kesenian asli Cirebon yang terancam punah. DKCC akan berusaha melestarikannya.
Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: taufik ismail
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi
TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Dewan Kesenian Kabupaten Cirebon (DKKC) mencatat puluhan kesenian asli Cirebon terancam punah.
Ketua DKKC, Sulama Hadi, mengatakan, jumlah kesenian asli Cirebon yang tercatat dalam database DKKC mencapai 58 jenis.
Namun, menurut dia, hingga kini kesenian yang masih terjaga kelestariannya hanya mencapai 16 jenis, sedangkan sisanya terancam punah.
"Jadi, ada 42 jenis kesenian asli Cirebon yang terancam punah," kata Sulama Hadi saat ditemui usai pengukuhan DKKC di Pendopo Bupati Cirebon, Jalan Kartini, Kelurahan/Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon, Kamis (9/2/2023).
Ia mengatakan, kesenian di Kabupaten Cirebon yang terancam hampir punah, di antaranya, umbul, berokan, wayang papak, genjring akrobat, dan lainnya.
Karenanya, pihaknya pun berupaya keras untuk menjaga kelestarian kesenian asli Cirebon melalui mengumpulkan para seniman senior.
Mereka diminta menjadi narasumber untuk mengajarkan keterampilan seni yang terancam punah itu kepada para seniman muda.
"Itu untuk menjaga kelestariannya, sehingga keseniannya tidak sampai punah, karena ada yang meneruskannya," ujar Sulama Hadi.
Sulama menyampaikan, program kerja pertama yang dilaksanakan DKKC seusai dikukuhkan ialah menginventarisasi sanggar seni di Kabupaten Cirebon.
Saat ini jumlah sanggar seni di Kabupaten Cirebon mencapai 560 sanggar, namun eksistensinya harus diverifikasi ulang.
"Kami akan memvalidasi data jumlah sanggar seni di Kabupaten Cirebon, berapa yang masih eksis dan berapa yang kurang eksis," kata Sulama Hadi.
Baca juga: Mengenal Kesenian Seram Berokan Khas Indramayu, Dianggap Sakral Hingga Bisa Usir Penyakit
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.