Breaking News:

Mengenal Kesenian Seram Berokan Khas Indramayu, Dianggap Sakral Hingga Bisa Usir Penyakit

Kesenian berwujud seram ini dipercaya bisa menjadi media mengusir penyakit.

Tribuncirebon.com/Handhika Rahman
Penampilan kesenian berokan dalam Indramayu Art Festival di RTH Jatibarang, Indramayu, Minggu (4/12/2022). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Kesenian berwujud seram ini dipercaya bisa menjadi media mengusir penyakit.

Seni berokan ini juga merupakan media dalam syiar Islam khususnya di wilayah Kabupaten Indramayu dan Cirebon.

Pemprov Jawa Barat bahkan sudah menetapkan seni berokan dalam daftar warisan budaya tak benda (WBTB) di tahun 2022.

Seni yang dianggap sakral oleh masyarakat setempat ini, turut ditampilkan dalam kegiatan Indramayu Art Festival (Inafest) 2022 di RTH Jatibarang.

Baca juga: Indramayu Art Festival Sukses Hibur Masyarakat, Tampilkan 11 Maestro Tradisi, Ada Berokan & Macapat

Menurut Ketua Panitia Indramayu Art Festival, Asep Ruhiyat mengatakan, berokan ini menjadi khas dari kekayaan budaya Kabupaten Indramayu.

"Oleh masyarakat Indramayu, kesenian ini juga dianggap sakral," ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Minggu (4/12/2022).

Asep Ruhiyat menyampaikan, kesenian ini awalnya ditemukan oleh Mbah Kuwu Sangkan dan dijadikan sebagai media dalam syiar Islam.

Penampilan kesenian berokan dalam Indramayu Art Festival di RTHh
Penampilan kesenian berokan dalam Indramayu Art Festival di RTH Jatibarang, Indramayu, Minggu (4/12/2022).

Nama dari berokan ini berasal dari kata barokah.

Sekilas, berokan mirip seperti barongsai. Kepalanya yang terbuat dari kayu dengan bentuk yang khas.

Sedangkan tubuhnya, terbuat dari karung goni untuk menutupi pemainnya. Berokan ini  buntut yang lancip.

Adapun yang menjadi unik, berokan ini juga memiliki suara. Pemainnya menggunakan semacam pluit yang terbuat dari bambu atau plastik untuk menimbulkan suara berokan.

Suara dari berokan itu biasanya berisikan sebuah nasihat perihal kebaikan.

Dalam memainkan seni berokan, pemainnya menggerakan gerakan seperti menjilat badan dan kaki, menongok ke kiri dan kanan, mengatup-ngatupkan mulut, dan lain sebagainya.

Ketika beraksi, seni berokan ini juga diiringi kesenian musik tradisional yang berasal dari beragam alat musik, mulai dari terebang, kendang besar dan kecil, gong, kecrek, dan juga ketuk.

Seiring berkembangnya zaman, lanjut Asep Ruhiyat, seni berokan oleh pemainnya digunakan untuk bebarang atau ngamen.

Seni berokan juga dipercaya bisa mengusir sial hingga penyakit dengan cara melempar bantal keluar rumah.

"Dengan tujuan agar semua penyakit yang ada di dalam rumah tersebut terusir," ujar dia.

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved