Selasa, 21 April 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

WASPADA, 4 Modus Penipuan yang Dikirim dari HP, Jangan Asal Klik Link Digital Ini

Akibatnya, marak terjadi penipuan yang merugikan dengan hanya mengandalkan koneksi internet.

Istimewa
4 Modus Penipuan yang di Kirim dari HP, Jangan Asal Klik Link Digital Ini 

TRIBUNCIREBON.COM - Di era serba digital memang setiap orang kini serba dimudahkan dengan gempuran teknologi.

Ya, semakin kesini teknologi semakin tidak bisa diprediksi akan kecanggihan.

Tak heran, kini banyak orang dimanjakan dengan adanya teknologi saat ini.

Bersamaan dengan hal itu, tak bisa dipungkiri penipuan di era digital kian ramai terjadi.

Modus penipuan kini mulai menyebar di era digital, berdasakan informasi yang dihimpun Tribuncirebon terdapat 4 cara penipuan modus baru melalui HP.

Dengan HP yang memudahkan akses informasi dan hiburan, ternyata mudah juga untuk mendapatkan data-data pribadi.

Akibatnya, marak terjadi penipuan yang merugikan dengan hanya mengandalkan koneksi internet.

Berbagai modus mulai bertebaran saat ini, salah satunya via WhatsApp.

Baca juga: WASAPADA, Penipuan Berkedok Undangan Digital di Kirim Via WA, Ternyata Bisa Bobol Saldo M Banking

WhatsApp banyak digunakan orang untuk berkomunikasi dari berbagai kalangan.

Hal ini menyebabkan modus penipuan via WhatsApp jadi peluang besar dan lebih mudah untuk dilakukan para penjahat.

Belakangan ini modus penipuan yang marak terjadi via WhatsApp adalah dengan mengirimkan file berbentuk ekstensi aplikasi berbasis Android (.apk).

Jika seseorang mengunduh file tersebut, nantinya para penipu bisa dengan mudah mengambil data-data penting bahkan menguras rekening di m-banking.

Berkit modus penipuan yang dikirim melaui HP:

1. Undangan pernikahan digital

WASAPADA, Penipuan Berkedok Undangan Digital di Kirim Via WA
WASAPADA, Penipuan Berkedok Undangan Digital di Kirim Via WA (tribun)

Terbaru, media sosial diramaikan dengan modus penipuan berupa undangan pernikahan digital yang dikirim via WhatsApp.

Alih-alih menampilkan rincian undangan, tautan yang dikirimkan melalui WhatsApp itu mengarahkan pengguna ke sebuah aplikasi dengan format APK.

Jika diklik atau diinstal, aplikasi itu akan mencuri informasi pribadi pengguna sehingga memungkinkan penipu untuk membobol rekening pribadi korban.

Melansir dari Kompas.com, mekanisme pencurian ini bekerja saat korban meng-klik "undangan digital", dan pencuri berhasil mencuri kredensial One Time Password (OTP) dari perangkat korban.

Ketika aplikasi tersebut diinstal, biasanya muncul beberapa peringatan dari sistem ponsel yang akan mengonfirmasi apakah pengguna yakin akan menginstal aplikasi itu.

Sebab, aplikasi dengan format APK adalah aplikasi dari luar toko aplikasi resmi seperti Play Store maupun App Store, sehingga tidak disarankan karena dapat berpotensi berbahaya.

Setelah berhasil terinstal, biasanya akan muncul peringatan bahwa aplikasi APK meminta akses ke berbagai data, seperti SMS, media dan lain sebagainya.

Bila peringatan diabaikan dan proses instalasi aplikasi terus berjalan, maka aplikasi APK itu akan mendapatkan akses ke SMS, termasuk membaca kode OTP dari pihak bank yang biasanya dikirimkan melalui SMS.

Baca juga: BREAKING News Polres Kuningan Digeruduk Warga Darma, Jadi Korban Penipuan Investasi, Ini Kerugiannya

2. Modus pesan berkedok kurir paket

Selain modus mengirimkan undangan pernikahan digital, sebelumnya juga ramai dengan penipuan pesan berkedok kurir paket.

Modus penipuan ini terjadi saat penipu mengirimkan file APK yang bertuliskan “foto paket”.

Jika korban terlanjur mengunduh file tersebut, maka data-data pribadi dalam smartphone pengguna bisa diesktrak oleh oknum penipu hingga dapat menguras uang di rekening bank melalui layanan m-Banking.

Sebaiknya jika ingin melacak paket, gunakanlah nomor resi yang sudah dikirimkan oleh penjual atau yang sudah tertera di marketplace dan jangan sampai membuka file.

3. Modus penipuan tagihan PLN

Penipuan mengatasnamakan petugas PLN juga sedang viral belakangan.

Modus penipuan ini terjadi saat oknum penipu yang mengatasnamakan petugas PLN meminta korban untuk mengecek tagihan listrik melalui file .apk yang telah dikirim oleh penipu.

Kemungkinan besar korban akan lengah dan mendownload file .apk tersebut, sehingga terjadilah pencurian data tanpa disadari.

Ada baiknya untuk mengecek kembali bentuk file yang dikirimkan oleh nomor asing.

Atau bisa telpon ke pihak yang bersangkutan, melalui hotline resmi PLN secara langsung guna menghindari penipuan.

Baca juga: BREAKING NEWS - Doni Salmanan Menangis Divonis 4 Tahun Penjara, Korban Penipuan Tak Terima

4. Modus penipuan link promo atau hadiah

Modus penipuan via WhatsApp lainnya yaitu modus penipuan dengan cara klik link tertentu.

Biasanya penipu memberikan kabar bahwa seseorang mendapatkan promo ataupun hadiah dengan meng-klik link tersebut.

Jadi, si penerima pesan akan tergiur untuk mengklik dan membuka laman yang dikirimkan oleh si penipu.

Ini merupakan link phising, yang bertujuan untuk mengambil data penting korban yang bisa menguntungkan sang penipu.

Jika pernah dikirimkan link dari orang yang tidak dikenal, cara membedakannya yaitu dengan melihat domain situsnya.

Biasanya link phising menggunakan blog gratisan, misalnya berakhiran .tk, dan berbagai domain gratis lainnya.

Selain itu untuk mengetahui tautan palsu atau tidak juga bisa diamati dari tampilan situs yang terlihat sederhana dan acak-acakan.

Itu dia beberapa modus penipuan via WhatsApp yang tengah viral.

Selalu hati-hati jika mendapatkan pesan dari nomor yang tidak dikenal, dan jangan membuka file apapun yang diberikan mereka.

 

Sumber: Tribun Cirebon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved