Jumat, 29 Mei 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

SMP Swasta di Majalengka Makin Digencarkan dengan Program Kurikulum Merdeka, Ini Keunggulannya

Sudah 80 persen SMP swasta di Majalengka menerapkan kurikulum merdeka bagi siswanya.

Tayang:
Penulis: Eki Yulianto | Editor: taufik ismail
Tribuncirebon.com/Eki Yulianto
Para kepala sekolah dan guru swasta tingkat SMP dikumpulkan di Aula SMP Al-Quraniyyah di Jalan Olahraga, Kelurahan Majalengka Wetan, Kecamatan/Kabupaten Majalengka, Selasa (24/1/2023) demi mendapatkan pengetahuan terkait kurikulum merdeka yang kini mulai diterapkan. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Sekolah-sekolah swasta jenjang SMP di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat akan makin digencarkan dengan program Kurikulum Merdeka.

Kurikulum merdeka sendiri, yaitu metode pembelajaran yang mengacu pada pendekatan bakat dan minat.

Para pelajar dapat memilih pelajaran apa saja yang ingin dipelajari sesuai passion yang dimilikinya.

Secara umum, kurikulum merdeka merupakan kurikulum pembelajaran intrakurikuler yang beragam.

Demi melancarkan metode tersebut, para kepala sekolah dan guru swasta tingkat SMP pun dikumpulkan di Aula SMP Al-Quraniyyah di Jalan Olahraga, Kelurahan Majalengka Wetan, Kecamatan/Kabupaten Majalengka, Selasa (24/1/2023).

Mereka mendapatkan materi bagaimana metode kurikulum merdeka itu bisa diimplementasikan dengan cara yang baik kepada para anak didiknya.

Ketua Forum Kepala SMP Swasta (FKSS) Majalengka, Iwan S Arief mengatakan, penerapan metode kurikulum merdeka sejatinya sudah dilakukan pada tahun 2022 lalu.

Namun menurutnya, hal itu belum maksimal, sehingga para guru dihadirkan demi menerima pengetahuan yang benar terkait kurikulum tersebut.

"Tujuan diselenggarakannya kegiatan ini, untuk lebih memudahkan dan mengenalkan bahwa kita dalam hal ini dari tahun 2022 dinilai kurang maksimal."

"Sehingga, tahun 2023 ini kita gencarkan diharapkan sekolah di tingkat SMP se-Kabupaten Majalengka khususnya untuk kelas 7 harus bisa menggunakan kurikulum merdeka."

"Supaya apa yang diintruksikan oleh Kementerian melalui juga provinsi dan di Kabupaten Majalengka sama dan serentak," ujar Iwan kepada Tribun, Selasa (24/1/2023).

Menurutnya, kurikulum merdeka itu banyak sekali keuntungannya.

Salah satunya, bisa memadukan kurikulum berbasis pondok pesantren dengan kurikulum akademis.

Penerapan pembelajarannya pun, kata dia, akan semakin menyenangkan karena peserta didik memilih sendiri materi belajar yang disukainya.

"Kurikulum merdeka itu banyak sekali keuntungannya, salah satunya memadukan kurikulum berbasis pondok pesantren dan kurikulum akademis dan pembelajaran pun sangat menyenangkan, karena semua mempunyai tradisi dari pada pondokan masing-masing," ucapnya.

Di Majalengka sendiri, disebut Iwan, sudah 80 persen sekolah swasta tingkat SMP yang mulai menerapkan kurikulum tersebut.

Sebab dibanding sekolah negeri, sekolah swasta tingkat SMP cenderung lebih banyak berbasis pondok pesantren.

"Hampir seluruh pondokan itu sekitar 80 persen sudah menerapkan sistem kurikulum merdeka sebetulnya, karena mereka berbasis pondok pesantren."

"Jadi cara penyampaiannya itu sangat-sangat tidak seperti sekolah-sekolah zaman dulu, di era abad 19 atau 20," jelas dia.

Kabid SMP Dinas Pendidikan Majalengka, Dodo Rukanda menyampaikan, pihaknya mendukung dengan upaya yang dilakukan oleh FKSS untuk menggunakan metode kurikulum merdeka ke sekolah-sekolah swasta.

Sebab sekolah negeri pun saat ini dituntut juga menggunakan kurikulum serupa demi membuka wawasan dan gagasan kepada para peserta didik.

"Saya setuju dengan kurikulum merdeka ini, karena lebih cenderung membuka wawasan dan anak lebih bisa berpikir kritis tanpa terjaga dengan apapun."

"Sebenarnya, mengajar juga cenderung lebih terbuka, bisa membuka wawasan dan yang paling penting adalah anak bisa dibuka kompetensinya," kata Dodo.

Dodo mengatakan, bahwa di era generasi Z seperti sekarang ini, metode pembelajaran sejatinya memang butuh pembaharuan.

Sehingga, metode kurikulum merdeka dianggap penting lantaran membuat anak cenderung mengemukakan pendapat yang lebih luas ketika belajar.

"Contoh yang paling dasar, yaitu anak bisa berpikir lebih kritis, jadi anak cenderung mengemukakan pendapat apapun yang lebih lebar dan guru hanya sebagai fasilitator."

"Dibanding yang dulu, guru hanya bisa menyampaikan materi, sekarang kurikulum merdeka menerapkan praktek lebih leluasa, jadi ekstrakulikuler nya cenderung lebih luas," ujarnya.

Ia pun berharap, sekolah jenjang SMP baik swasta maupun negeri bisa menerapkan kurikulum tersebut.

"Saya berharap, dengan kepemimpinan forum itu semua sekolah swasta jenjang SMP bisa menerapkan kurikulum merdeka."

"Di negeri saja, untuk kelas 7 SMP, cenderung diprioritaskan penggunaan kurikulumnya, yaitu kurikulum merdeka," ucap Dodo.

Baca juga: Ada 67 SMP di Indramayu yang Bakal Terapkan Kurikulum Merdeka, Begini Persiapannya

Sumber: Tribun Cirebon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved