Breaking News:

Gempa di Gunung Dieng Meningkat, Masih Keluarkan Gas Beracun CO2 dan Berpotensi Semburkan Lumpur 

PVMBG mencatat sudah lebih dari 60 kali terjadi gempa tektonik lokal dan tektonik luar dalam beberapa hari sebelumnya.

Penulis: dedy herdiana | Editor: dedy herdiana
PVMBG
Gempa di Gunung Dieng Meningkat, Masih Keluarkan Gas Beracun CO2 dan Berpotensi Semburkan Lumpur  

TRIBUNCIREBON.COM - Aktivitas Gunung Dieng yang sudah berstatus waspada kini kian meningkat.

Selain masih menyemburkan gas beracun ( gas CO2), kejadian gempa pun semakin meningkat.

Diinformasikan pada Kamis (19/1/2023) terjadi 30 kali gempa, dan Jumat (20/1/2023) terjadi 39 kali gempa.

Status Gunung Dieng naik dari normal menjadi waspada sejak dua hari lalu, bahkan masih menyemburkan gas beracun atau gas CO2.
Status Gunung Dieng naik dari normal menjadi waspada sejak dua hari lalu, bahkan masih menyemburkan gas beracun atau gas CO2. (PVMBG)

Baca juga: Status Gunung Dieng Naik, Masih Semburkan Gas Beracun, Ada 325 KK Tinggal di Zona Rawan

Bahkan sebelumnya, dilansir dari kompas.tv/article, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi ( PVMBG) mencatat sudah lebih dari 60 kali terjadi gempa tektonik lokal dan tektonik luar dalam beberapa hari sebelumnya.

“Sejauh ini sudah ada 30 kali gempa tektonik lokal, untuk Kawah Sileri harus menjaga radius sejauh 1 kilometer karena gempa membuat gas mengalami kenaikan,“ ujar Surip, Kepala Pos Pengamatan Gunung Dieng Banjarnegara, Kamis (19/1) dilansir dari kompas.tv/article.

Sementara itu berdasarkan laporan terbaru aktivitas Gunung Dieng, gunung api yang sudah masuk level Waspada ini mengalami 39 kali gempa pada Jumat (20/1/2023).

Pembuat laporan dari PVMBG, Bambang Giat Gunawan, A.Md, mengatakan, dari pengamatan ke gempaan telah terjadi 38 kali gempa Tektonik Lokal dengan amplitudo 6.7-42.7 mm, S-P 0.63-4.38 detik dan lama gempa 6.92-25.9 detik. Kemudian 1 kali gempa Terasa, skala II MMI dengan amplitudo 42.7 mm, S-P 1.78 detik dan lama gempa 44 detik.

Sementara dari pengamatan visual, Gunung Dieng terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-I. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis hingga tebal tinggi sekitar 20-60 meter dari puncak. Cuaca cerah hingga hujan, angin lemah ke arah utara.
 
Dijelaskan pula, bahwa suhu Kawah Sileri berada pada 67.7°C hingga 68.5°C, dengan rata-rata suhu 67.9°C .

Adapun konsentrasi gas CO2 di kawah Timbang berada pada volume 0.25 persenvol hingga 0.30 persenvol, atau rata-rata 0.28 persenvol.

Sementara konsentrasi gas CO2 di kawah Sikendang berada pada volume 0.14 % vol hingga 0.15 % vol, atau rata-rata 0.14 % vol.

Baca juga: Baru Saja Gempa Bumi Melanda Pekalongan Siang Ini, Terasa III MMI di Dieng, Ini Kata BMKG

Berdasarkan hasil pengamatan terbaru Gunung Dieng yang sudah berstatus Waspada, PVMBG mengeluar rekomendasi sebagai berikut:

1. Masyarakat dan wisatawan tidak mendekati Kawah Sileri pada jarak 1 km meter dari bibir kawah.

2.Masyarakat tidak mendekati kawasan sektor barat daya, selatan dan tenggara Kawah Timbang dalam jarak 500 meter agar terhindar dari aliran gas CO2 yang sangat berbahaya bagi kehidupan dan agar waspada jika melakukan penggalian tanah di sekitar Kawah Timbang karena dapat berpotensi terpapar gas CO2 yang berbahaya bagi kehidupan.

3.Masyarakat dan wisatawan agar tidak memasuki kawah-kawah di Komplek Dieng yang dapat berpotensi terjadi erupsi freatik berupa semburan lumpur atau lontaran material; dan di kawah-kawah dengan konsentrasi gas vulkanik yang tinggi dan berbahaya bagi kehidupan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Cirebon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved