Danpusenarhanud Pastikan Alutsista Yonarhanud 14/PWY Bakal Ditambah, Berkaca dari Perang Ukraina
Mayjen TNI Haris Sarjana, memastikan bakal menambah alat utama sistem persenjataan (alutsista) Yonarhanud 14/PWY
Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Machmud Mubarok
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi
TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Komandan Pusat Persenjataan Arhanud (Danpusenarhanud), Mayjen TNI Haris Sarjana, memastikan bakal menambah alat utama sistem persenjataan (alutsista) Yonarhanud 14/PWY.
Sebab, menurut dia, hingga kini masih banyak keterbatasan yang harus dibenahi, khususnya dalam hal alutsista pertahanan udara yang merupakan tugas pokok Arhanud.
"Insya Allah ada penambahan, ini dalam proses, dan rencananya di senjata-senjata yang model man pad," ujar Haris Sarjana saat ditemui usai meninjau alutsista di Hanggar Yonarhanud 14/PWY, Jalan Pilangsari, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, Jumat (13/1/2023).
Baca juga: Kunjungi Yonarhanud 14/PWY, Danpusenarhanud Beri Pesan Ini ke Seluruh Prajurit
Ia mengakui, perang Rusia dan Ukraina membuka wacana baru mengenai pentingnya memperbarui alutsista untuk pertahanan udara.
"Bagaimana Ukraina mendapat serangan udara dari Rusia dan bagaimana Ukraina bertahan dengan senjata-senjata pertahanan udaranya," kata Haris Sarjana.
Hal itulah yang membuka mata banyak pihak untuk selalu mempersiapkan alutsista sesuai ancamannya saat ini, misalnya, drone, misil, roket, UAV, pesawat, maupun balistik.
Tentunya, ancaman-ancaman tersebut harus dihadapi menggunakan senjata pertahanan udara yang berbeda-beda, karena tidak semuanya dapat ditangani menggunakan rudal ataupun meriam.
"Kalau ancamannya pesawat, misil, dan UAV itu apa saja yang perlu disiapkan. Tidak semuanya ditembak menggunakan rudal, tapi bisa juga memakai antidrone," ujar Haris Sarjana.
Haris menyampaikan, perkembangan semacam itu yang dikejar untuk menyiapkan pertahanan udaranya, sehingga harus disiapkan semaksimal mungkin.
Pihaknya mengakui, masih banyak alutsista yang dibutuhkan Yonarhanud 14/PWY, bahkan dari tiga baterai tempur baru satu baterai yang menggunakan peralatan terbaru, yakni rudal startreak.
"Dua baterai lainnya masih menggunakan meriam antitank 57mm yang umurnya lebih tua daripada saya, dan ini yang perlu dipikirkan, tapi tetap disesuaikan dengan kemampuan anggarannya," kata Haris Sarjana.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/cirebon/foto/bank/originals/Danpusenarhanud-Haris.jpg)