Breaking News:

Masa Libur Nataru di Kuningan, Anggota DPRD Perempuan Ini Geram Lihat Sampah Hingga Lakukan Ini

Memasuki masa liburan Natal dan Tahun Baru 2023 ( libur Nataru 2023) di Kuningan, anggota DPRD perempuan ini merasa malu saat melihat gunungan sampah

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: dedy herdiana
Tribuncirebon.com/Ahmad Ripai
Sri Laelasari anggota DPRD Kuningan saat melihat kondisi sampah di salah satu lokasi di Kuningan, Minggu (25/12/2022). 

Laporan Kontributor Kuningan Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Memasuki masa liburan Natal dan Tahun Baru 2023 ( libur Nataru 2023) di Kuningan, anggota DPRD perempuan ini merasa malu saat melihat gunungan sampah di beberapa titik trotoar hingga merusak fasilitas umum dan mengganggu hak pejalan kaki warga sekitar.

"Jujur, melihat tempat - tempat sampah yang berada di beberapa titik jalan trotoar. Saya malu dan prihatin. Apalagi sampahnya itu mengurai hingga ke ruas jalan," kata Sri Laelasari yang juga Anggota Komisi III DPRD Kuningan, saat memberikan keterangan kepada TribunCirebon.com, Minggu (25/12/2022).

Baca juga: Banser Kuningan Turut Jaga di Setiap Gereja untuk Pengamanan Ibadah Natal 2022

Rasa malu dengan permalasahan sampah yang berserakan di kawasan jalan trotoar, Sri mengungkap, bahwa permasalahan sampah di lingkungan perkotaan itu merupakan tanggungjawab pemerintah daerah. Sebab itu merupakan kasus sosial lingkungan yang harus di jaga ketertiban, kebersihan dan keindahan tata kelola kota.

"Ya, apapun itu alasannya. Permasalahan sampah di kawasan Kuningan kota harus di selesaikan. Sebab, sampah itu bisa menjadi sumber ketidakbaikan terhadap kehidupan masyarakat sekitar, terlebih Kabupaten Kuningan ini sebagai daerah wisata yang tak boleh tercemar dengan daerah sampah," ujarnya.

Menurut Sri yang juga Politisi Gerindra, mengatakan, banyaknya sampah yang mendapat perhatian itu, jangan sampai menimbulkan zona kumuh di beberapa titik yang berada di sepanjang trotoar di kawasan kota Kuningan.

"Jadi, catatan penanganan sampah itu harus segera diselesaikan, dengan menentukan jadwal pengambilan sampah teratur. Sebab, selama ini, kami sering melakukan kerja bakti bareng warga sekitar soal penanganan sampah, seperti yang terjadi penumpukan sampah sebelum di Jalan Otista, Jalan Juanda, Jalan Pramuka dan Jalan Siliwangi," ujarnya.

Dari kasus sosial lingkungan terjadi soal penanganan sampah, Sri Laelasari mengungkap, untuk penertiban dan kebersihan kawasan kota dari soal sampah. Ada sebanyak 15 titik TPS (tempat pembuangan sampah) representatif untuk menggantikan bak-bak sampah di pinggir jalan Kabupaten Kuningan.

"Untuk penanganan sampah, kami sudah kordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup. Pertama soal TPS refresentatif itu dibutuhkan sebanyak 15 titik menyebar di kawasan Kuningan kota. Kemudian, dengan solusi demikian, kami harap Kuningan jangan menimbulkan wisata kumuh," katanya. (*)

 

Sumber: Tribun Cirebon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved