Breaking News:

Polres Kuningan Tangkap Tiga Orang Terkait Peredaran Uang Palsu, Bermula dari COD Beli Handphone

Bermula dari COD beli HP, polisi berhasil mengungkap peredaran uang palsu di Kuningan.

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: taufik ismail
Tribuncirebon.com/Eki Yulianto
Ilustrasi uang palsu. Polres Kuningan menangkap tiga orang terkait peredaran uang palsu. 

Laporan Kontributor Kuningan Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Unit Pidum Satreskrim Polres Kuningan berhasil mengungkap kasus peredaran uang palsu dengan modus transfer.

"Modus pelaku melakukan transaksi transfer di sebuah gerai sebesar Rp 4.000.000. Setelah transaksi transfer berhasil kemudian pelaku membayar uang tersebut dengan memberikan uang sebanyak 80 lembar uang kertas pecahan lima puluh ribuan palsu," kata Kasat Reskrim Polres Kuningan AKP M Hafid Firmansyah melalui Kanit Pidum Ipda Wahyu Untoro kepada awak media saat dikonfirmasi, Selasa (6/12/2022).

Wahyu menyebut ada tiga pelaku yang berhasil diamankan saat ini, yaitu IP (38) warga Desa Cipedes, Kecamatan Ciniru; HS (40), warga Desa Pangkalan, Kecamatan Ciawigebang; dan AM (52), warga Desa Cinagara, Kecamatan Lebakwangi.

"Kasus berawal dari penjualan handphone milik IP secara COD. Lalu, IP dan HS bertemu untuk melakukan transaksi penjualan handphone. Setibanya di rumah, IP mengetahui ternyata uang hasil menjual handphonenya ternyata palsu," ujar Wahyu.

Wahyu melanjutkan, kemudian IP mendatangi  toko HD Putra di Jalan Raya Sindangagung, Desa Sindangagung, Kecamatan Sindangagung, untuk mentransfer uang palsu tersebut.

"Penjaga pun mentransfer uang tersebut ke rekening milik IP. Setelah transaksi berhasil, pelaku langsung pergi meninggalkan toko tersebut. Setelah diperiksa oleh penjaga toko, ternyata uang tersebut palsu," ujarnya.

Petugas, kata Wahyu, kemudian mengamankan IP dan dari keterangan IP uang palsu tersebut didapat dari HS.

Petugas pun kemudian mengamankan HS dan mengaku uang palsu tersebut didapat dari AM.

Barang bukti yang berhasil diamankan uang palsu sebanyak 97 lembar pecahan lima puluh ribu, 1 handphone, dan 3 unit kendaraan yang digunakan pelaku.

"Saat ini kami masih terus memburu satu pelaku lainnya yang ternyata sudah melarikan diri ketika akan diamankan. AM mendapatkan uang palsu tersebut dengan cara membelinya dengan perbandingan 1 banding 2, yang artinya membeli dengan uang asli 50 ribu rupiah mendapatkan 2 lembar uang palsu 50 ribu," ujar Wahyu.

Ketiga pelaku ini dijerat dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara karena telah melanggar pasal 36 ayat (2), ayat (3) UU RI no. 7 tahun 2011 tentang mata uang dan pasal 378 KHUP tentang penipuan.

Baca juga: Mahasiswa Asal Kota Bandung Diringkus Polisi, Nekat Beli iPhone 11 Pakai Uang Palsu

Sumber: Tribun Cirebon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved