Breaking News:

LPM UIN SGD Bandung Gelar Pelatihan Pendamping Peningkatan Budaya Mutu

Lembaga Penjaminan Mutu LPMñ dan seluruh peserta juga tim dari Pusat  Daya Manusia (P2SDM) IPB University Bogor yang

Editor: Machmud Mubarok
Istimewa
Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) dan seluruh peserta juga tim dari Pusat  Daya Manusia (P2SDM) IPB University Bogor yang menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Pendamping Peningkatan Budaya Mutu secara daring di R . 

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung Prof. Dr. Rosihon Anwar, M.Ag menyampaikan apresiasinya kepada Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) dan seluruh peserta juga tim dari Pusat  Daya Manusia (P2SDM) IPB University Bogor yang menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Pendamping Peningkatan Budaya Mutu.

“Terima kasih kepada P2SDM IPB University Bogor, ini tetangga secara demografis, yang membersamai kami untuk terus meningkatkan mutu kampus sehingga benar-benar meraih unggul,” tegas Prof Rosihon saat membuka acara secara daring, di Bandung, Senin (28/11).

Kegiatan yang berlangsung mulai Senin 28 November sampai dengan Kamis 1 Desember ini diikuti 27 orang peserta.

Menurut Wakil Rektor Satu, pencapaian mutu yang unggul merupakan bagian dari target yang harus diraih oleh universitas.

Meski tentu, dalam dua tahun belakangan, pandemi telah menjadikan kampus menghadapi tantangan yang lumayan berat baik secara internal maupun eksternal.

“Ini menjadi komitmen Pa Rektor dan selalu ditegaskan dalam berbagai kesempatan untuk terus menjaga mutu. Meski memang kita akui ada perubahan dalam proses pembelajaran. Dari yang semula luring, menjadi daring dan kini akhirnya menjadi blended. Semua kebijakan ini harus terjaga benar mutunya. LPM telah mengawal dengan baik,” tegasnya.

Prof Rosihon juga menyampaikan bahwa Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) menjadi salah satu amanat yang harus ditunaikan oleh UIN SGD Bandung.

Sejak 2020, UIN SGD Bandung telah melaksanakan MBKM.

“Pak Rektor sangat berkomitmen melaksanakan MBKM. Beliau juga selalu menantang agar penelitian dan pengabdian itu benar-benar membumi, menemukan akar masalah. Sehingga outcome dan output-nya terukur dan dapat dipergunakan oleh masyarakat,” jelasnya.

Lebih lanjut, komitmen pada mutu, lanjut Prof Rosihon, bukan hanya komitmen kebijakan akademik, tapi menjadi bagian dari ajaran agama Islam tentang bagaimana agar perbaikan secara terus menerus dilakukan.

Beliau pun berpesan kepada seluruh peserta untuk mengikuti kegiatan dengan baik. Lulus dan kompeten menjadi auditor.

“Bukan hanya soal menjadi auditor, tapi bagaimana mampu mengimplementasikan pengalaman dan kompetensinya di program studi dan fakultas. Benar-benar mengamalkan ilmu yang diperoleh, diimplementasikan dalam budaya akademik,” pintanya.

Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia IPB University Bogor Dr. Amiruddin Saleh menyatakan, budaya mutu di era MBKM merupakan kemestian.

Universitas harus mampu ditandingkan dan disandingkan tidak hanya di tingkat nasional, tapi juga regional bahkan global. Mutu lulusannya diharapkan bermutu dan berkualitas.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved