Jasad di Kantor DPC PDIP
Pengakuan Saksi Saat Temukan Jasad Pria di Kantor PDIP Kuningan: Langsung Lemas
Sosok pria bernama Tata Ruswata (49) awalnya diketahui meninggal di kantor DPC PDIP Kuningan oleh salah seorang kader
Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Mutiara Suci Erlanti
Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai
TRIBUNCIREBON.COM,KUNINGAN - Sosok pria bernama Tata Ruswata (49) awalnya diketahui meninggal di kantor DPC PDIP Kuningan oleh salah seorang kader sekaligus penjaga kantor parpol setempat.
"Awal mengetahui Tata meninggal. Pagi tadi sekitar jam 8 an, saya ke sini untuk biasa bersih - bersih kantor. Namun, ketika sudah di kantor, saya ketuk - ketuk pintu sembari ngomong bangun - bangun sudah siang, tidak ada yang nyaut," kata Anton kader PDIP sekaligus penjaga staf kantor setempat, Selasa (22/11/2022).
Akibat penasaran dan tidak ada sahutan dari dalam kantor, Anton mengaku berinisiasi naik jendela untuk mengintip keadaan dalam kantor tersebut.
Baca juga: Identitas Jasad Pria yang Ditemukan di Kantor DPC PDIP Kuningan Akhirnya Terungkap
Saat melihat ke dalam, posisi jasad itu tidak jauh seperti dengan foto yang menyebar.
"Saat naik jendela dan melihat Tata, saya terus nyautin dia. Putus asa dan ada rasa khawatir, karena posisi Tata sama dengan yang di foto menyebar. Saya ke Pak RT dan menceritakan keadaan, saat bercerita ke Pak RT di warung tadi, kebetulan ada orang berseragam polisi. Dari situ, kami ke kembali ke kantor," kata Anton.
Tiba kembali di kantor PDIP, Anton bersama Ketua RT dan salah seorang anggota polisi tadi. Berusaha buka paksa pintu kantor hingga melihat sosok jasad.
"Nah, pada saat melihat jasad. Kok di bagian punggungnya gak bergerak - gerak. Jangan - jangan sudah mati, dari situ saya lapor ke Pak Tresnadi dan Supriatna. Pada saat bersamaan tadi, saya disuruh dia dan jangan merubah keadaan kursi dan barang di dalam tadi, oleh Pak RT dan Pak Polisi," katanya.
Baca juga: Breaking News, Geger Jasad Pria Ditemukan di Kantor DPC PDIP Kuningan, Ini Kondisinya
Anton merasa lemas dan mengucap Innalilahi Wa Inna ilaihi Raji'un.
Sebelum meninggal, dia sehari sebelumnya masih berkomunikasi dan mengeluhkan kondisi kesehatan badannya.
"Saya tadi lemas, dan langsung ngomong Inna ilaihi Raji'un. Bener saja, Tata meninggal dan itu dipastikan oleh Pak Tresnadi (Bendahara DPC PDIP) setelah melihat CCTV. Ya, lemesnya itu kemarin sore kita masih ngobrol dan ia mengeluhkan kondisi kesehatannya," katanya.
Kebenaran Tata meninggal, kata Anton, dipastikan dengan mengulas kamera pantauan alias CCTV.
"Tata meninggal Jam 1 dini hari dengan posisi seperti tadi. Selain itu, kondisi jasadnya juga kata kaku begitu," katanya.
Soal kabar duka kematian Tata Ruswata (49), Anton mengaku sangat sedih.
Terlebih dengan sikap keseharian almarhum yang baik dan memiliki solidaritas tinggi di lingkungan partai.