Remaja Nyaris Putus Sekolah di Sumedang Ini Jadi Anak Angkat Kapolsek Cibugel
Kapolsek Cibugel, Polres Sumedang Iptu Ucu Abdurrachman mengangkat seorang remaja putri yang nyaris putus sekolah sebagai anak angkat.
Laporan Kontributor TribunJabar.id Sumedang, Kiki Andriana
TRIBUNCIREBON.COM, SUMEDANG - Kapolsek Cibugel, Polres Sumedang Iptu Ucu Abdurrachman mengangkat seorang remaja putri yang nyaris putus sekolah sebagai anak angkat.
Ucu memastikan remaja bernama Siti Komariah (13), warga Dusun Simpai Wargi RT03/03 Desa Jaya Mekar, Kecamatan Cibugel itu melanjutkan sekolah dengan biaya ditanggung penuh olehnya.
Baca juga: Sosok dan Kiprah Syekh Ali Jaber, Pernah Ditusuk dan Jadikan Bocah Pemulung Sebagai Anak Angkat
Baca juga: Sensasi Meluncur Sejauh 80 Meter di Rainbow Slide Jans Park Sumedang, Ini Harga Tiketnya
Siti adalah anak yatim. Ayahnya, Emit (60) meninggal dunia pada 2014 silam. Dia merupakan bungsu dari delapan bersaudara. Tiga di antara saudaranya telah meninggal dunia.
Dua kakaknya telah berkeluarga. Tersisa tiga orang yang masih tinggal serumah dengan sang ibu, Maryati (50).
Dia dan satu orang kakaknya bersekolah. Siti duduk di bangku SMP, sementara kakaknya di bangku SMA. Ibunya, Maryati tak lagi sanggup membiayai ongkos sekolah meski biaya sekolah terbilang gratis.
"Ada warga datang ke saya mengisahkan remaja itu putus sekolah karena mengalah, membiarkan kakaknya sekolah dan dia berhenti agar beban keluarga tak semakin berat," kata Kapolsek Cibugel, Iptu Ucu Abdurrachman kepada TribunJabar.id, Jumat (18/11/2022).
Tadi pagi, dalam acara rutin santunan kepada 10 anak yatim oleh Polsek Cibugel, remaja putus sekolah itu dihadirkan. Dia kemudian dipastikan untuk melanjutkan sekolah.
"Ya, saya bilang silakan urus kembali sekolahnya. Kalau masih bisa diteruskan di SMP Negeri silakan, kalau tidak, lanjutkan di MTs, saya pastikan pembiayaannya aman," kata Kapolsek.
Dia mengatakan, pada saat ada warga melaporkan tentang kondisi remaja itu, Kapolsek mengatakan bahwa dia akan mengangkat remaja itu sebagai anak.
"Ini kebetulan saya sebagai Kapolsek di Cibugel dan ini (memberi bantuan) adalah kepuasan secara pribadi," kata Ucu.
Baca juga: Cerita 2 Pemuda Sumedang Magang Kerja di Jepang: Bisa Kirim Uang Jutaan hingga Umrah-kan Orangtua
Kapolsek menjelaskan bahwa dia ingin menanggung biaya sekolah remaja tersebut karena alasan kemanusiaan. Dia merasa bahwa berdinas di Cibugel sebagai Kapolsek merupakan sebuah tugas yang luar biasa.
"Dan sebagaimana arahan Kapolres Sumedang, harus bermanfaat bagi masyarakat," katanya.
Kades Jaya Mekar, Idi mengatakan bahwa remaja tersebut adalah anak seorang janda yang tidak bekerja.
"Maryati itu tidak bekerja. Kerja pun serabutan. Kalau ada yang menyuruh ke kebun atau mencuci, ya berarti ada kerja. Selain itu, di rumah saja," kata Idi.
Kesulitan ekonomi yang dihadapi Maryati dan ketiga anaknya membuat mereka tak mampu juga memperbaiki kerusakan rumah sedikit demi sedikit.
"Semenjak ditinggal suaminya itu, rumahnya tidak terperbaiki dan nyaris roboh," kata Idi.
Baca berita Tribuncirebon.com lainnya di GoogleNews
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/cirebon/foto/bank/originals/Kapolsek-Cibugel-Sumedang-agkat-anak-Siti-Komariah.jpg)