Breaking News:

Ini Cara Pemdes Parungjaya di Majalengka Redam Masyarakat yang Tak Dapatkan BLT BBM

di Desa Parungjaya, Kecamatan Leuwimunding, Kabupaten Majalengka, pemdes memiliki cara untuk meredam gejolak masyarakat yang tidak terima BLT BBM

Penulis: Eki Yulianto | Editor: Machmud Mubarok
TribunCirebon.com/Eki Yulianto
PT POS Majalengka mulai menyalurkan BLT BBM kepada masyarakat asal Kecamatan Majalengka, Rabu (6/9/2022). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Pemerintah saat ini masih menggulirkan program Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk masyarakat terkait kenaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM) akan mendapatkan uang tunai sebesar Rp 500 ribu.

Di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat masih ada sejumlah warga yang tidak masuk daftar penerima bantuan tersebut.

Data yang digulirkan oleh pusat, menjadi alasan pemerintah desa tak bisa berbuat banyak untuk bisa meredam kegaduhan di masyarakat.

Namun di Desa Parungjaya, Kecamatan Leuwimunding, Kabupaten Majalengka, pemerintah desa setempat memiliki cara tersendiri untuk meredam gejolak masyarakat tersebut.

Baca juga: Soal Dugaan Pungli BLT BBM di Kelurahan Talun, Tokoh Warga Minta Bupati Sumedang Menindak Tegas

Baca juga: Kades Sumber Kulon Jatitujuh Majalengka Tolak Salurkan BLT BBM ke Warga, Kok Bisa? Ini Penyebabnya

Musyawarah dusun (musdus), menjadi salah satu caranya.

Kepala Desa Parungjaya, Ruslan mengatakan, musdus telah dilaksanakan sebelum bantuan tersebut tiba untuk didistribusikan.

Hasilnya, terjadi kesepakatan bagi penerima BLT BBM agar menyisihkan kepada yang tidak menerima bantuan.

Dalam keputusan bersama itu, para KPM yang menerima bantuan telah sepakat menyisihkan sebesar Rp 100 ribu per KPM. 

"Hasil Musyawarah Dusun (Musdus) itu memang inisiatif RT dan RW untuk mengcover masyarakat yang belum sama sekali menerima bantuan."

"Hasil kesepakatan dari penerima mau memberikan sebagian bantuan. Saya (kepala desa) tinggal menyetujuinya," ujar Ruslan, kepada media di kantor Kecamatan Leuwimunding, Selasa (27/9/2022).

Ruslan menegaskan, karena ini bersifat musyawarah hasil mufakat bukan berarti potongan kepada penerima.

Yang pasti, musdus dilaksanakan guna meminimalisir kegaduhan di masyarakat terutama yang tidak mendapatkan bantuan sosial (Bansos) dari pemerintah. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Cirebon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved