Breaking News:

Kasus Asusila

Oknum Polisi Briptu CH Diduga Rudapaksa Anak Tirinya, Dilaporkan Sang Istri ke Polresta Cirebon 

Seorang oknum polisi Briptu CH diamankan jajaran Polresta Cirebon karena diduga merudapaksa anak tirinya.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: dedy herdiana
Tribuncirebon.com/Ahmad Imam Baehaqi
Jajaran Polresta Cirebon dan Komnas Perlindungan Anak saat menunjukkan barang bukti dalam konferensi pers soal kasus dugaan oknum polisi rudapaksa anak tiri di Mapolresta Cirebon, Jalan R Dewi Sartika, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Senin (26/9/2022). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Seorang oknum polisi Briptu CH diamankan jajaran Polresta Cirebon karena diduga merudapaksa anak tirinya. Kini kasus dugaan oknum polisi rudapaksa anak tiri tersebut sedang didalami penyidik Polresta Cirebon.

Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Arif Budiman, mengatakan, oknum berinisial CH itu diduga melakukan tindak kekerasan fisik dan seksual kepada korban.

Menurut dia, tersangka diamankan setelah dilaporkan istrinya atas tindakan tersebut dan langsung ditahan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

"Saat ini, kami masih mendalami kasusnya," ujar Arif Budiman saat konferensi pers di Mapolresta Cirebon, Jalan R Dewi Sartika, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Senin (26/9/2022).

Ia mengatakan, penangkapan tersangka berawal dari laporan ibu kandung korban pada akhir Agustus 2022 yang langsung ditindaklanjuti Unit PPA Satreskrim Polresta Cirebon.

Setelah serangkaian proses penyelidikan, kasus itu pun dinaikkan statusnya ke tahap penyidikan, kemudian mengamankan tersangka pada 6 September 2022.

Pihaknya pun menahan secara resmi tersangka terhitung mulai 7 September 2022, sehingga perhari ini CH telah menjalani masa tahanan selama 20 hari.

"Tersangka juga dijerat pasal berlapis dari mulai UU TPKS hingga UU PKDRT, dan ancaman hukumannya mencapai 15 tahun - 20 tahun penjara," kata Arif Budiman.

Arif menyampaikan, barang bukti yang diamankan dalam kasus tersebut, di antaranya, seragam sekolah milik korban, dan lainnya.

Hingga kini, pihaknya masih memeriksa lebih lanjut dan meminta keterangan para saksi untuk mengungkap fakta-fakta terbaru dalam kasus tersebut.

"Kami juga memeriksa kondisi psikologis korban untuk mengukur apakah korban mengalami trauma, dan memberikan trauma healing," ujar Arif Budiman. (*)

 

 

Sumber: Tribun Cirebon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved