Breaking News:

Andi Arief Sebut Ada Utusan Jokowi Temui Gubernur Lukas Enembe Sebelum Ditetapkan KPK Jadi Tersangka

Kabar terbaru kini, nama Presiden Joko Widodo ( Jokowi) ikut diseret dalam kasus dugaan korupsi yang menjerat Gubernur Papua Lukas Enembe tersebut.

Editor: dedy herdiana
Dok Jubir Gubernur Papua via Kompas.com
Gubernur Papua Lukas Enembe tengah menjalani pemeriksaan kesehatan yang dilakukan oleh dokter pribadinya dr Anthonius Mote, Jayapura, Papua, Rabu (14/9/2022). 

TRIBUNCIREBON.COM, JAKARTA - Kasus Gubernur Papua Lukas Enembe yang sudah dijadikan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih menjadi sorotan publik.

Kabar terbaru kini, nama Presiden Joko Widodo ( Jokowi) ikut diseret dalam kasus dugaan korupsi yang menjerat Gubernur Papua Lukas Enembe tersebut.

Utusan Jokowi disebut bertemu dengan Lukas Enembe sebelum ditetapkan menjadi tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Baca juga: Gubernur Papua Lukas Enembe Sering Main Judi di Singapura, Pengacara: Tapi Gak Fantastis Miliaran

Hal itu diungkapkan oleh Ketua Bappilu DPP Partai Demokrat Andi Arief.

Andi Arief mengungkap bahwa Jokowi mengirim utusan bertemu Lukas Enembe dalam rangka menempatkan Paulus Waterpauw sebagai Wakil Gubernur Papua yang sudah kosong.

"Ancaman pada Pak LE (Lukas Enembe) dan calon Wakil Gubernur Yunus Wonda muncul setelah Pak LE tolak Jenderal Waterpauw usulan Pak Jokowi, karena Waterpauw tak dapat dukungan partai meski maunya Presiden Jokowi," cuit Andi Arief dalam akun Twitter-nya, dikutip Sabtu (24/9/2022).

Menurut Andi Arief, utusan Jokowi juga melobi Partai Demokrat agar kekosongan Wagub Papua diisi orang Jokowi.

Namun, Andi Arief tidak mengungkap secara detail waktu utusan Jokowi bertemu Lukas dan Partai Demokrat.

"Kami terus bantu KPK selama murni penegakan hukum. Demokrat sadar bahwa pemberantasan korupsi kami lah partai yamg paling mendukung dan konsisten," tulisnya.

Partai Demokrat, kata Andi Arief, mencermati banyak tuntutan pemberhentian Lukas Enembe dari partai besutan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) tersebut.

"Banyak hal yang kami timbang, termasuk soal keamanan nasional," cuitnya.

Lebih lanjut, Andi Arief mengungkapkan Partai Demokrat sedang berupaya melakukan komunikasi langsung dengan Lukas Enembe.

"Sekali lagi kami sedang mengupayakan bicara langsung dengan yang bersangkutan bicara tak normal, berjalan pun lemah," tulis Andi Arief.

Diketahui, KPK menetapkan Lukas Enembe sebagai tersangka kasus dugaan gratifikasi Rp1 miliar terkait APBD Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved