Breaking News:

Ade Yasin Divonis 4 Tahun Penjara

3 Anak Buah Ade Yasin di Pemkab Bogor Terdakwa Suap BPK RI Divonis Hakim, 2 Sampai 3 Tahun Penjara

Tiga aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Bogor yang turut menjadi terdakwa suap BPK divonis majelis hakim

Editor: Machmud Mubarok
TribunJabar.id/Nazmi Abdurahman
Majelis hakim memvonis Bupati Bogor nonaktif Ade Yasin dengan kurungan penjara 4 tahun penjara.  

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman. 

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Tiga aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Bogor yang turut menjadi terdakwa suap Badan Pengawasan Keuangan (BPK) RI perwakilan Jabar, divonis majelis hakim. 

Ketiga terdakwa itu yakni Ihsan Ayatullah, Kasubag Kasda Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Adam Maulana  Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta Rizki Taufik Hidayat, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas PUPR.

Ihsan Ayatullah divonis majelis hakim dengan pidana empat tahun penjara serta denda Rp 100 juta subsider 6 bulan kurungan. Vonis terhadap Ihsan sama dengan Bupati Bogor nonaktif, Ade Yasin.

"Mengadili, menyatakan terdakwa Ihsan Ayatullah telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana dalam dakwaan pertama, dengan pidana penjara selama 4 tahun penjara dan denda Rp 100 juta," ujar hakim saat membacakan putusan di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jumat (23/9/2022) malam. 

Baca juga: Sidang Vonis Bupati Bogor Nonaktif Ade Yasin Berakhir Ricuh, Botol Beterbangan, Hakim Diteriaki

Baca juga: BREAKING NEWS - Bupati Bogor Nonaktif Ade Yasin Divonis Hakim 4 Tahun Penjara

Sementara terdakwa Adam Maulana dan Rizki Taufiq, dijatuhi hukuman masing-masing dua tahun penjara dan denda Rp 50 juta subsider 2 bulan kurungan.

"Pidana kepada terdakwa Maulana Adam dan Rizki Taufik Hidayat dengan pidana masing-masing 2 tahun (penjara) dan denda masing-masing Rp 50 juta dengan ketentuan apabila tidak dibayar dipidana selama 2 bulan,” katanya.

Ketiganya dinilai terbukti secara bersama-sama melakukan suap kepada auditor BPK RI perwakilan Jabar, terkait laporan keuangan Pemkab Bogor demi raihan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

Vonis terhadap Ihsan Ayatullah lebih berat dari tuntutan Jaksa penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menuntut dia pidana tiga tahun penjara.

Galih Pratama, kuasa hukum Ihsan Ayatullah menyatakan sikap pikir-pikir atas putusan majelis hakim.

"Kalau pak Ihsan tadi divonis 4 tahun dan kami sedang lakukan pikir-pikir atau banding, tetapi yang pasti dalam 7 hari ini akan menentukan sikap," ujar Galih.

Pun demikian dengan Rizki Taufiq Hidayat, menyatakan pikir-pikir. Sementara Maulana Adam, menyatakan menerima vonis yang diputuskan majelis hakim. (*)

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved