Perempuan Tusuk Penumpang Angkot

BREAKING NEWS - Perempuan di Tanjungsari Sumedang Tusuk 3 Penumpang Angkot Sampai Bersimbah Darah

Seorang perempuan di Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, diduga menusuk tiga orang penumpang angkot dengan pisau

Editor: Machmud Mubarok
Tangkapan layar Video
3 orang penumpang angkot menjadi korban penusukan seorang perempuan di Tanjungsari, Sumedang, Kamis (22/9/2022). 

Laporan Kontributor TribunJabar.id Sumedang, Kiki Andriana

TRIBUNCIREBON.COM, SUMEDANG - Seorang perempuan di Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, diduga menusuk tiga orang penumpang angkot dengan pisau, Kamis (22/9/2022) . 

TribunJabar.id menerima video yang menampilkan dua orang yang bersimbah darah tergeletak di pinggir Jalan Raya Sumedang-Bandung di depan SMAN 1 Tanjungsari. 

Seseorang dalam video itu menarasikan bahwa seorang perempuan yang dalam video itu terlihat berjongkok sambil dikerubungi warga yang telah menangkapnya sebagai penusuk tersebut. 

"Perempuan ini bawa pisau, mudah-mudahan bukan psikopat," kata narator video tersebut. 

Baca juga: Kesal Gagal Memalak, Pemuda di Bandung Barat Tusuk Korbannya hingga Terluka Parah

Video kemudian beralih ke dua badan yang tergeletak di pinggir jalan raya. Darah segar terlihat membasahi tanah dan badan seorang perempuan tambun berbaju kuning. 

Satu perempuan lagi berbaju hitam juga terkena serangan perempuan tersebut. 

Belum ada keterangan resmi dari pihak berwajib mengenai hal ini. 

Anak Kecil Jadi Korban

Seorang anak berusia dua bernama Raka menjadi salah satu korban terluka dalam peristiwa serangan di dalam angkot jurusan Tanjungsari-Cicalengka di Tanjungsari, Sumedang, Kamis (22/9/2022). 

Raka turut dibawa loncat ketika seorang perempuan ODGJ masuk ke dalam angkot bernomor polisi D 1924 VQ yang ditumpanginya. Dia terbanting dan terluka ringan di kepala. 

Menurut informasi yang dihimpung TribunJabar.id dari Puskesmas Tanjungsari, ketiga korban adalah warga Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang.  

Mereka adalah Idar (50), Luna(30), dan Raka (2), ketiganya warga Kampung Cirengganis RT01/02, Desa Haurgombong, Kecamatan Pamulihan. 

Perempuan yang menyerang penumpang angkot di Tanjungsari dengan pisau, Kamis (22/9/2022) diduga mengalami ganguan jiwa. 

Kesaksian bahwa perempuan tersebut Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) itu disampaikan Wisnu Budi Nugraha (42)  saksi mata kejadian, sekaligus warga Tanjungsari. 

"Dia sering terlihat mondar-mandir di sekitar alun-alun Tanjungsari, meminta uang ke pengemudi ojek, dia ODGJ," kata Budi kepada TribunJabar.id di Puskesmas Tanjungsari.  

Dalam video yang diterima TribunJabar.id, perempuan tersebut berambut panjang dan dicat pirang. Pakaian yang dikenakannya adalah blouse hitam dengan model belah di bahu. 

Perempuan itu mengenakan celana panjang abu dan sedikit lusuh warnanya. Dia mengenakan sandal model capit warna hitam. 

"Dia saat ini telah dibawa ke Polsek Tanjungsari," kata Budi.

Pantauan TribunJabar.id, terduga pelaku penyerangan tersebut masih menjalani pemeriksaan di Mapolsek Tanjungsari. 

Kesaksian bahwa perempuan tersebut Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) itu disampaikan Wisnu Budi Nugraha (42) saksi mata kejadian, sekaligus warga Tanjungsari. 

"Dia sering terlihat mondar-mandir di sekitar alun-alun Tanjungsari, meminta uang ke pengemudi ojek, dia ODGJ," kata Wisnu Budi Nugraha kepada TribunJabar.id di Puskesmas Tanjungsari.  

Dalam video oyang diterima TribunJabar.id, perempuan tersebut berambut panjang dan dicat pirang. Pakaian yang dikenakannya adalah blouse hitam dengan model belah di bahu. 

Perempuan itu mengenakan celana panjang abu dan sedikit lusuh warnanya. Dia mengenakan sandal model capit warna hitam. 

"Dia saat ini telah dibawa ke Polsek Tanjungsari," kata Budi. 

Perempuan itu melakukan serangan dengan pisau di dalam angkot. Serangan itu menyebabkan dua orang perempuan terluka berat dan seorang anak terluka ringan. Dua yang terluka berat saat ini sudah ditangani tim medis RSUD Sumedang. 

Budi menuturkan bahwa perempuan tersebut masuk ke dalam angkot kemudian mengibas-kibaskan pisau. 

"Penumpang panik, kemudian mereka berusaha menjauh dengan keluar dari angkot. Mereka meloncat dari angkot yang dalam keadaan melanju," kata Budi.  

Para korban sempat mendapat pertolongan pertama dari Puskesmas Tanungsari. Satu korban yang terluka ringan telah dibawa pulang oleh keluarganya. 

"Kejadiannya di depan SMAN 1 Tanjungsari, di Desa Gudang," kata Budi. (*)

 

 

 

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved