Breaking News:

Harga BBM Naik, Petani di Kuningan Kelimpungan Lakukan Dua Hal Ini

Kenaikan harga BBM (Bahan Bakar Minyak) membuat kalangan petani di Kuningan kelimpungan karena sulit mendapatkan pasokan BBM

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Machmud Mubarok
Tribuncirebon.com/Ahmad Ripai
Suasana di SPBU Jalan Juanda, Kuningan, terlihat sepi karena saat itu BBM jenis Pertalite kosong, Selasa (16/8/2022). 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Kenaikan harga BBM (Bahan Bakar Minyak) membuat kalangan petani di Kuningan kelimpungan karena sulit mendapatkan pasokan BBM.

Padahal BBM ini merupakan salah satu kebutuhan dalam melangsungkan kegiatan pertanian.

"Dengan kenaikan harga BBM, kami mengalami kesusahan untuk mendapat pasokan, dan ini jelas mengganggu pada kegiatan kami sebagai petani di pedesaan," kata Dadan Kusnandar (55), petani di Desa Sindangjawa, Kecamatan Cibingbin, sekaligus sebagai pemilik usaha gilingan padi alias Heuler, Selasa (20/9/2022).

Baca juga: Pedemo Tolak Kenaikan BBM Sampaikan 3 Poin di Gedung DPRD Kuningan, Orator Jelaskan Begini

Dadan mengaku sangat kelimpungan dalam menjalankan usaha sebagai petani di desa saat harga BBM naik.

"Yang membuat kami prihatin ini, surat sakti untuk membeli BBM yang dikeluarkan pemerintah itu tidak berlaku bagi kami pelaku usaha di desa. Nah, dengan kejadian ini pemerintah pelayanannya di mana? " kata Dadan lagi.

Dadan menyebut kesulitan mendapat pasokan BBM, ini memaksakan diri untuk datang ke Kantor DPC Demokrat Kuningan dan menyampaikan aspirasi dan permasalahan sosial akibat dampak kenaikan BBM.

"Ya dengan datangnya saya ke sini (Kantor Partai Demokrat), untuk mengadukan nasib kami sebagai pelaku usaha di daerah yang terdampak kenaikan BBM," kata Dadan saat di Kantor Partai Demokrat yang terletak di Jalan Soekarno.

Dadan Kusnandar
Dadan Kusnandar, petani, saat ditemui di kantor Demokrat Kuningan.

Akibat kesulitan pasokan BBM, Dadan mengatakan usaha tani yang dilakukan masyarakat pedesaan ini, jelas terancam dan tidak melangsungkan aktivitas seperti biasanya.

"Ancaman sulitnya pasokan BBM dari adanya kenaikan BBM. Pertama, bagaimana nasib kelompok tani penggarap lahan yang biasa menggunakan traktor kini tidak bisa. Kedua, padi hasil panen itu tidak bisa diurai atau digiling dan macam - macam lagi masalah lainnya," katanya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Cirebon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved