Breaking News:

PT Kahatex di Sumedang PHK Karyawan Kontrak Secara Bertahap, Ini Ternyata Penyebabnya

PT Kahatex yang berdiri di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat mengurangi jumlah karyawan kontrak secara bertahap sampai habis masa kontrak

Editor: Machmud Mubarok
http://www.kahatex-ind.com/
PT Kahatex melakukan PHK secara bertahap hingga bulan Oktober mendatang. 

Laporan Kontributor TribunJabar.id Sumedang, Kiki Andriana

TRIBUNCIREBON.COM, SUMEDANG - PT Kahatex yang berdiri di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat mengurangi jumlah karyawan kontrak

Penyusutan jumlah karyawan ini dilakukan secara berangsur setiap bulan.
 
Alasanya, Covid-19 yang berlangsung selama 3 tahun, kecamuk perang Ukraina, dan permintaan operasional pabrik menggunakan green energy dari pembeli membuat order dari Eropa sepi. 

Perusahaan tersebut harus melakukan perubahan jika ingin menjual produknya lagi ke Eropa. Untuk berubah, misalnya mengganti batu bara dengan energi terbarukan perlu biaya tinggi. 

Baca juga: Bos HRI Minta Maaf, Tapi Bantah Telah PHK Giri Pamungkas Secara Sepihak, Begini Katanya

Di antara yang bisa dilakukan untuk menekan biaya produksi agar prasyarat dari pembeli di Eropa bisa terlaksana adalah dengan pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada karyawan. 

PT Kahatex memiliki 3.000 orang karyawan kontrak. Jumlah itu disusutkan setiap bulannya mulai dari Agustus 2022 hingga selesai masa kontrak semua karyawan. 

Manajer Umum Bidang Humas dan Lingkungan PT Kahatex, Luddy Sutedja mengatakan karyawan tinggal diputus hubungan kerja semuanya. Namun setiap bulan, mereka yang habis masa kontrak akan disaring dengan sejumlah kriteria penilaian. 

"Dilihat kehadiran kerjanya bagaimana, kemudian hubungan dengan atasan bagaimana, yang betul-betul tidak memenuhi penilaian dengan berat hati kami putus hubungan kerja," kata Luddy kepada TribunJabar.id, Minggu (18/9/2022). 

Menurut catatan Luddy, karyawan PT Jahatex yang habis masa kontrak pada bulan Agustus tahun 2022 ada sebanyak 632 orang. Namun, dari jumlah itu, yang di-PHK hanyalah 60 orang. 

Pada bulan September ini, yang habis kontrak sebanyak 786 orang. Dari jumlah itu yang tak memenuhi penilaian untuk dipertahankan sebanyak 90 orang.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved