Breaking News:

Kapolres Kuningan Bareng Forkopimda Musnahkan Seratusan Knalpot Bising, Dipotong Pakai Gerinda

Kapolres Kuningan AKBP Dhany Aryanda bareng Bupati Acep Purnama dan Dandim 0615/Kuningan Letkol Inf Bambang Kurniawan memusnahkan knalpot bising

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Machmud Mubarok
TribunCirebon.com/Ahmad Ripai
Kapolres Kuningan AKBP Dhany Aryanda bareng Bupati Acep Purnama dan Dandim Letkol Inf Bambang Kurniawan memusnahkan knalpot bising di halaman Mapolres Kuningan, Minggu (18/9/2022). Pemusnahan itu dilakukan sebagai upaya penertiban lingkungan dalam berkendara untuk kenyamanan dan keselamatan lingkungan masyarakat di Kuningan. 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Kapolres Kuningan AKBP Dhany Aryanda bareng Bupati Acep Purnama dan Dandim 0615/Kuningan Letkol Inf Bambang Kurniawan memusnahkan knalpot brong alias bising d halaman Mapolres Kuningan, Minggu (18/9/2022).

Hal itu dilakukan sebagai upaya penertiban lingkungan dalam berkendara untuk kenyamanan dan keselamatan lingkungan masyarakat di Kuningan.

Demikian hal itu dikatakan Kapolres AKBP Dhany Aryanda saat memberikan keterangan di sela kegiatan pemusnahan knalpot bising.

"Ada sebanyak 359 knalpot bising yang dimusnahkan oleh jajaran Polres Kuningan. Pemusnahan itu dilakukan bareng Bupati Kuningan H Acep Purnama, Pak Dandim 0615 Kuningan Letkol Inf. Bambang Kurniawan, Kepala PN Kuningan, Lusiana Amping, Perwakilan Kejaksaan Negeri Kuningan serta Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kuningan M. Mutofid dan Ketua dari 10 klub otomotif Kuningan," ungkap Kapolres AKBP Dhany.

Baca juga: Polres Indramayu Imbau Para Penjual Aksesoris Motor Tak Lagi Jual Knalpot Bising

PEmusnahan Knalpot Bising di Kuningan_2
Ratusan knalpot tidak standar alias bising yang disita polisi saat razia akhirnya dimusnahkan.

Menurut Kapolres Kuningan, setiap kendaraan yang menggunakan knalpot bising bakal terkena tindakan tegas petugas kepolisian.

"Tindakan tegas dilakukan apabila petugas menemukan kendaraan berknalpot bising di jalan raya. Sebab kendaraan itu hanya boleh menggunakan knalpot sesuai standar, diatur dalam UU nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan serta Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup nomor 7 tahun 2009," katanya.

Mengenai cara pemotongan knalpot Brong, Kapolres AKBP Dhany mengajak Bupati dan Forkompinda melakukan pemusnahan dengan cara memotong knalpot menggunakan mesin gerinda. "Kita musnahkan knalpot Brong ini dengan mesin gerinda," katanya.

Selain itu, lanjut Kapolres, pemakaian knalpot bising melanggar peraturan. Sebab selain tidak sesuai standar, menimbulkan kebisingan dan mengganggu orang lain.

"Pemusnahan ratusan knalpot bising merupakan hasil operasi petugas sepanjang tahun ini. Namun sampai hari ini, masih banyak yang menggunakan kendaraan dengan suara knalpot tidak sesuai standar.

Kalau memang ingin menggunakan knalpot racing atau yang sudah modifikasi, silahkan saja. Tapi harus sesuai dengan tempatnya, seperti di arena balapan resmi atau sirkuit maupun even-even tertentu dan tidak digunakan di jalan raya,” ujarnya.

Mengenai ukuran knalpot standar sesuai dengan ukuran adalah sebesar 83 desibel dengan cc sebesar 175.

"Jika melebihi, knalpot tersebut termasuk knalpot bising. Itu ada cara pengukuran knalpot bising atau tidaknya dengan menggunakan alat pengukur kebisingan desibel," ujarnya.

Dalam kesempatan itu juga dilakukan deklarasi anti knalpot bising oleh 10 klub otomotif Kuningan, antara lain Paguyuban Honda Kuningan (All Club Honda), CBR Club Indonesia Kuningan, Club Thorak, Yamaha MX Club Indonesia, K.R.A.F, Kombo Kuningan, Vespa Antique Club Indonesia Chapter Kuningan, Yamaha R15 Club Indonesia Kuningan dan NKC NMAX Kuningan Community. (*)

Sumber: Tribun Cirebon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved