Kasus Brigadir J
Beda Pengakuan dengan Bharada E saat Rekonstruksi, Ferdy Sambo Bantah Tak Tembak Brigadir J
Ferdy Sambo memiliki pengakuan berbeda dari hasil rekontruksi dan Bharada E.
Penulis: Sartika Rizki Fadilah | Editor: dedy herdiana
TRIBUNCIREBON.COM - Kasus pembunuhan Brigadir Nofriasnyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J sampai saat ini masih menjadi perhatian publik.
Meski masih menjadi sorotan, kasus pembunuhan Brigadir J semakin rumit.
Pasalnya, setelah melakukan pemeriksaan terbaru, Ferdy Sambo memiliki pengakuan berbeda dari hasil rekontruksi dan Bharada E.
Saat rekonstruksi pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat yang digelar beberapa waktu lalu, terlihat Bharada Eliezer atau Bharada E menembak Brigadir Yosua Hutabarat sebanyak empat kali.
Sementara Ferdy Sambo menembak satu kali kepada Brigadir J.
Bharada E menembak empat kali kemudian disusul Ferdy Sambo menembak kepala Brigadir J yang sudah tergeletak di lantai.
Saat rekonstruksi berlangsung, Ferdy Sambo membantah telah memerintahkan Bharada E untuk mengisi amunisi ke pistol.
Keterangan ini berbeda dengan yang disampaikan tersangka Bharada E.
Hal ini diungkapkan Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik dalam Sapa Indonesia Pagi Kompas TV.
“Ada bantahan dari pihak FS (Ferdy Sambo), sebagai contoh ya, keterangan Bharada E ketika dia dipanggil ke lantai 3 itu, diminta untuk juga menyiapkan amunisi dalam senjatanya, tapi itu kan dibantah oleh FS,” ucap Taufan.
“Nah tinggal ada dua di antara mereka mana yang benar ini, inikan rumit ya kan, karena kemudian hanya ada dua dalam peristiwa itu, yaitu saudara Bharada E dan FS.
Ferdy Sambo dalam rekonstruksi penembakan Brigadir J, menolak melakukan reka adegan memerintahkan Bharada E mengisi amunisi ke senjata.
“FS bilang, 'Saya nggak pernah nyuruh dia untuk mengisi amunisi', maka dalam rekonstruksi itu kan dia tolak melakukan reka adegan,” ujar Taufan.
“Cuma dalam penembakan, itu sekarang RR (tersangka Bripka Ricky Rizal) mengatakan tidak melihat, padahal dia ada di ruangan itu, itu kan unik sekali, keterangan yang terakhir.
Dengan kesaksian itu, maka dalam konstruksi penembakan hanya ada Ferdy Sambo, Bharada E, dan Kuat Maruf.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/cirebon/foto/bank/originals/bharada-e-dan-irjen-pol-ferdy-sambo.jpg)