Breaking News:

Puluhan Sapi di Kabupaten Cirebon Masih Terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku

hingga kini jumlah sapi yang dinyatakan belum sembuh dari PMK mencapai 45 ekor.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Machmud Mubarok
Tribuncirebon.com/Ahmad Imam Baehaqi
Sapi di salah satu peternakan di Kelurahan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, Rabu (25/5/2022). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi


TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Puluhan ekor sapi di Kabupaten Cirebon masih dinyatakan positif terjangkit penyakit mulut dan kuku (PMK).


Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Cirebon juga masih mengobati sapi-sapi yang tersebar di sejumlah peternakan se-Kabupaten Cirebon tersebut.


Sekretaris Distan Kabupaten Cirebon, Encus Suswaningsih, mengatakan, hingga kini jumlah sapi yang dinyatakan belum sembuh dari PMK mencapai 45 ekor.


"Jumlah tersebut termasuk penambahan satu kasus baru yang ditemukan pada akhir Agustus 2022," ujar Encus Suswaningsih saat dihubungi melalui sambungan teleponnya, Sabtu (10/9/2022).

Baca juga: Sudah Ada 177 Hewan Ternak Mati Akibat PMK di Indramayu, Mayoritas Sapi Pedet


Ia mengatakan, dokter hewan dari Puskeswan juga masih memantau secara intensif perkembangan kondisi puluhan ekor sapi yang terjangkit PMK.


Menurut dia, wabah PMK di Kabupaten Cirebon yang ditemukan sejak Juni 2022 hingga kini belum berakhir, bahkan masih ditemukan penambahan kasus baru.


Namun, pihaknya memastikan potensi penyebarannya relatif melandai seiring berjalannya program vaksinasi PMK pada hewan ternak di Kabupaten Cirebon.


"Sejak awal bulan lalu, penyebaran PMK di Kabupaten Cirebon mulai landai, dan ternak yang terjangkit juga dipantau terus kondisinya oleh dokter hewan," kata Encus Suswaningsih.


Ia mengatakan, sejauh ini sebaran PMK mencapai ke 64 desa di 29 kecamatan se-Kabupaten Cirebon dan total kasusnya tercatat hingga 1719 ekor.


Pihaknya juga mencatat terdapat beberapa kecamatan yang penyebaran kasusnya cukup tinggi, di antaranya, Gunungjati, Tengahtani, dan Talun. 


Pemkab Cirebon telah mengalokasikan anggaran semilai Rp 1 miliar untuk penanganan wabah PMK yang bersumber dari belanja tak terduga (BTT).


"Anggarannya digunakan untuk pencegahan hingga pengobatan, dan dibantu CSR dari beberapa perusahaan juga," ujar Encus Suswaningsih.
 

Sumber: Tribun Cirebon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved