Breaking News:

Harga BBM Naik, Buruh Majalengka Minta Upah Naik 12,5 Persen

Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang kini merangkak naik direspon serius oleh para buruh di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.

Penulis: Eki Yulianto | Editor: dedy herdiana
Tribuncirebon.com/Eki Yulianto
Para buruh yang tergabung dalam KSPSI Majalengka meminta upah tahun 2023 naik 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA- Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang kini merangkak naik direspon serius oleh para buruh di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.

Salah satunya para buruh yang tergabung dalam kelompok Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Majalengka.

Para buruh tersebut meminta upah di tahun 2023 naik 12,5 persen.

Baca juga: Massa Kembali Demo BBM di Gedung DPRD Majalengka Hari Ini, Jalur Utama Kota Ditutup Situasional

Ketua PC F SP TSK R-KSPSI Majalengka, Asep Odin mengatakan, permintaan itu telah disepakati sesuai hasil rapat internal yang digelar oleh DPC KSPSI dan PC F SP TSK R-KSPSI.

Yang mana, kenaikkan BBM sangat berdampak terhadap para buruh.

Apalagi menurutnya, kenaikan BBM yang saat ini terjadi, dilakukan menjelang akhir tahun dan sangat berpengaruh pada kenaikkan upah tahun 2023.

"Alhasil anggota kami terdampak 2 kali jenis kenaikkan, pertama kenaikan akibat kenaikkan BBM, kedua terdampak akibat kenaikkan upah dan kondisi ini, dapat berakibat menurunnya daya beli buruh dan masyarakat pada umumnya," ujar Asep saat dikonfirmasi, Kamis (8/5/2022).

Baca juga: Harga BBM Pertamina Terbaru Kamis 8 September: Pertalite, Solar, hingga Pertamax di 34 Provinsi

Ia menjelaskan, kenaikkan upah sendiri merujuk pada yang disebutkan dalam UU 11 Tahun 2020 dan PP 36 Tahun 2021.

Di mana, sebagai jaring pengaman atau safety yang berlaku bagi pekerja lajang dengan masa kerja 0-1 (nol sampai satu) tahun.

Halaman
12
Sumber: Tribun Cirebon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved