Breaking News:

Dampak Kenaikan Harga BBM

Tarif Bus AKAP Sugeng Rahayu Jurusan Cirebon - Tegal hingga Cirebon - Surabaya Naik Hingga 30 Persen

Buntut kenaikan harga BBM bersubsidi membuat tarif bus antarkota antarprovinsi (AKAP) di Terminal Harjamukti, Kota Cirebon, naik

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: dedy herdiana
Tribuncirebon.com/Ahmad Imam Baehaqi
Penumpang saat membeli tiket bus AKAP di loket PO Sugeng Rahayu di Terminal Harjamukti, Jalan Ahmad Yani, Kota Cirebon, Selasa (6/9/2022). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Buntut kenaikan harga BBM bersubsidi membuat tarif bus antarkota antarprovinsi (AKAP) di Terminal Harjamukti, Kota Cirebon, naik.

Bahkan, kenaikan tarif bus AKAP di terminal itu pun mencapai 30-an persen. Hal tersebut tidak terlepas dari harga solar yang sebelumnya Rp 5150 menjadi Rp 6800 perliter.

Baca juga: Harga BBM Pertamina Terbaru Selasa 6 September: Pertalite, Pertamax, Solar di SPBU Seluruh Indonesia

Petugas PO Sugeng Rahayu, Edi Supriyadi, mengatakan, kenaikan tarif bus tersebut hampir diterapkan oleh seluruh PO yang beroperasi di Terminal Harjamukti.

Menurut dia, PO Sugeng Rahayu sendiri menerapkan tarif baru untuk bus AKAP sejak Minggu (4/9/2022) atau sehari setelah pemerintah menetapkan kenaikan harga BBM bersubsisi termasuk solar.

"Untuk PO kami, rata-rata kenaikan tarifnya berkisar antara 25 persen hingga 30 persen," kata Edi Supriyadi saat ditemui di Terminal Harjamukti, Jalan Ahmad Yani, Kota Cirebon, Selasa (6/9/2022).

Ia mengatakan, perbedaan tarif tersebut disesuaikan rute, kelas, dan fasilitas yang tersedia di setiap busnya, misalnya AC atau non AC, serta ketersediaan toilet.

Pihaknya menyebut, besaran tarif baru yang ditetapkan PO Sugeng Rahayu untuk rute Cirebon - Tegal dari sebelumnya Rp 35 ribu menjadi Rp 45 ribu perorang.

Baca juga: INI Tarif Baru Sementara Angkum di Kuningan Hasil Kesepakatan Dishub dan Organda, Tak Termasuk AKAP

Selain itu, rute Cirebon - Solo menjadi Rp 155 ribu perorang dari sebelumnya Rp 120 ribu, kemudian rute terjauh adalah Cirebon - Surabaya yang tarifnya menjadi Rp Rp 285 ribu perorang.

"Tarif rute Cirebon - Surabaya semula Rp 220 ribu, dan ini merupakan rute paling jauh yang dilayani PO Sugeng Rahayu di Terminal Harjamukti," ujar Edi Supriyadi.

Edi menyampaikan, pada dasarnya PO Sugeng Rahayu tidak ingin menaikkan tarif bus yang dipastikan bakal mengecewakan para penumpang setianya.

Namun, hal itu terpaksa diterapkan demi jalannya perusahaan dan menyesuaikan kenaikan harga solar yang secara otomatis membuat biaya operasional bertambah.

"Kami ingin tetap melayani penumpang meski harga BBM bersubsidi naik, tetapi perusahaan juga tidak bisa rugi, sehinffa terpaksa menaikkan tarif," kata Edi Supriyadi.

Sumber: Tribun Cirebon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved