Breaking News:

Kasus Brigadir J

BEBERKAN Temuan soal Kekerasan Seksual Putri Candrawathi, Komnas Perempuan Ngotot: Publik Harus Tahu

Komnas Perempuan akhirnya membeberkan sederet temuannya terkait adanya dugaan kasus kekerasan seksual serta pelecehan yang dialami Putri Candrawathi

Editor: dedy herdiana
Tribunnews
Jadi Tersangka, Putri Candrawathi belum ditahan. Komnas Perempuan membeberkan sederet temuannya terkait adanya dugaan kasus kekerasan seksual serta pelecehan yang dialami Putri Candrawathi. 

TRIBUNCIREBON.COM - Komisi Nasional Perempuan atau Komnas Perempuan akhirnya membeberkan sederet temuannya terkait adanya dugaan kasus kekerasan seksual serta pelecehan yang dialami Putri Candrawathi (PC).

Hal itu terkuak, ketika ramainya pihak yang mempertanyakan soal istri Ferdy Sambo itu tidak juga ditahan menyusul sudah ditetapkannya sebagai tersangka dan kasus kekerasan seksual yang dilaporkannya pun sudah dihentikan oleh polisi.

Akibatnya, kasus dugaan kekerasan seksual serta pelecehan yang dialami Putri Candrawathi (PC) belakangan jadi polemik di tengah publik.

Pasalnya, istri Ferdy Sambo itu menyebut bahwa dirinya adalah korban pelecehan dari mendiang Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.

Hal itulah yang akhirnya jadi pemicu Ferdy Sambo tega menghabisi nyawa Brigadir J karena dianggap telah 'menodai' Putri Candrawathi.

Kendati ngotot, pengakuan Putri Candrawathi soal jadi korban kekerasan seksual itu disangsikan banyak pihak.

Baca juga: Foto Jasad Brigadir J Tergeletak di Rumah Ferdy Sambo, Ungkap Fakta Bukti yang Hilang hingga Sosok

Terlebih saat ini, Putri Candrawathi telah jadi tersangka kasus pembunuhan berencana Brigadir J.

Tak hanya itu, ibu empat anak itu juga dianggap telah menjadi bagian dari pihak yang menghalang-halangi penyelidikan alias obstruction of justice.

Di antara banyak pihak yang menyoroti PC ini adalah aktivis HAM, Haris Azhar.

Dalam tayangan TV one News, Haris Azhar mengurai tanggapannya terkait dengan keterlibatan Putri Candrawathi di pusaran perencanaan pembunuhan berencana Brigadir J yang digagas suaminya, Ferdy Sambo.

"Obstruction of justice, PC bagian dari situasi itu. Temuan Komnas HAM kan dikatakan bahwa ada membuat skenario, konsolidasi saksi, TKP, membuat narasi, penggunaan pengaruh jabatan. Dalam situasi itu memang tidak disebutkan PC ada di sana, tapi PC ikut ke rumah yang satu lagi, terjadinya peristiwa eksekusi," ungkap Haris Azhar dilansir TribunnewsBogor.com pada Sabtu (3/9/2022).

Lebih lanjut, Haris Azhar pun menyoroti soal Putri Candrawathi yang belum ditahan hingga kini.

Padahal Putri Candrawathi telah jadi tersangka atau pelaku pembunuhan Brigadir J.

"Dia jadi tersangka tapi tidak ditahan. Ini bisa dilihat sebagai, bahwa dia perempuan, perlu hidup dengan anak-anak, tapi di sisi lain dia bagian dari tindak pidana obstruction of justice," pungkas Haris Azhar.

Baca juga: Sitir Surat Yusuf, Keluarga Brigadir J Duga Soal Pelecehan ke Istri Ferdy Sambo Diputarbalilkkan

Halaman
123
Sumber: Tribun Bogor
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved