Lahan Gunung Ciremai Terbakar
Kisah Warga yang Turut Padamkan Kebakaran di Gunung Ciremai, 'Harus Punya Skill dan Keberanian'
dalam pemadaman kobaran api, petugas harus memiliki keterampilan dan keberanian. Sebab, dalam menjinakkan api itu diliputi asap pekat
Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Machmud Mubarok
Laporan Kontributor Kuningan Ahmad Ripai
TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Upaya pemadaman kebakaran lahan di Gunung Ciremai cukup menguras tenaga. Hal itu dialami petugas dari berbagai kalangan saat beraksi menjinakkan api yang cepat merambat di kawasan Gunung Ciremai.
"Usaha pemadaman kobaran api, kami lakukan memang sudah biasa, saat terjadi kebakaran di kawasan Gunung Ciremai seperti saat ini," kata Edi Sukur, mantan Kades Trijaya, Kecamatan Mandirancan sekaligus sebagai pupuhu Masyarakat Peduli Api daerah setempat, Jumat (2/9/2022).
Menurut Edi, dalam pemadaman kobaran api, petugas harus memiliki keterampilan dan keberanian. Sebab, dalam menjinakkan api itu diliputi asap pekat hingga bisa mengganggu penglihatan dan pernapasan saat di lokasi.
"Untuk memadamkan api saat kebakaran di Gunung, keberanian saja tidak cukup. Tapi harus memiliki keterampilan dan pola dalam pelaksanaannya di lokasi kebakaran. Bayangkan, asap pekat dan panasnya suhu dari kobaran itu jelas menjadi ancaman tersendiri, jadi kalau asal - asalan bisa mengancam kita," katanya.
Baca juga: Petugas BTNGC, Warga dan Aktivis Ormas Bahu Membahu Padamkan Kebakaran Gunung Ciremai
Beruntung dalam pelaksanaan pemadaman kobaran api itu terjadi hujan turun. Sehingga saat malam tadi, pemadaman berjalan sekitar hampir 4 jam dan api berhasil di padamkan.
"Ya, selain guyuran hujan terjadi untuk memadamkan api. Namun kita tetap berjibaku dan memastikan bahwa di lokasi tidak ada sumber api sekecil apapun. Jadi sekitar hampir 4 jam an, api berhasil padam," katanya.
Kebakaran yang terjadi di kawasan Gunung Ciremai berhasil dipadamkan setelah petugas BTNGC serta masyarakat peduli api (MPA) dan sejumlah aktivis Silihwangi Majakuning ini terlibat dalam pemadaman tersebut.
Menurut Kepala BTNGC Kuningan, Teguh Setiawan, secara geografis kebakaran itu terjadi di kawasan hutan di Blok Pajaten, wilayah administratif Desa Padabeunghar dan Desa Kaduela Kecamatan Pasawahan.
"Dugaan sementara, awal titik api berasal dari tanah milik yang berbatasan dengan langsung dengan kawasan TNGC," katanya.
Kobaran itu muncul hingga ada laporan awal pukul 16.00 WIB (Kamis, 1 September 2022). Hal itu terpantau kepulan asap di Blok Pajaten dekat Dusun Cirendang Desa Padabeunghar.
"Api mulai menyebar sekira pukul 19.00 WIB dan proses pemadaman mendapatkan tambahan personil sekitar 100 orang lebih dari berbagai kalangan," ujarnya.
Kemudian, kata Teguh mengungkap bahwa alat yang digunakan dalam pemadaman yaitu peralatan manual jet shooter dan juga mesin pompa.
"Sekira pukul 21.30 WIB, api kebakaran dapat dipadamkan dan dilanjutkan dengan kegiatan mopping up sampai pukul 22.30 WIB, dilanjutkan dengan penjagaan di lokasi kebakaran antisipasi kebakaran susulan," katanya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/cirebon/foto/bank/originals/Padamkan-Api-di-Gunung-Ciremai.jpg)