Breaking News:

Kasus HIV dan AIDS

Hingga Juli 2022, Temuan Kasus Baru HIV/AIDS di Kabupaten Cirebon Mencapai 197 Orang

Hingga pertengahan 2022, temuan temuan kasus baru HIV/AIDS di Kabupaten Cirebon tercatat mencapai 197 orang.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Machmud Mubarok
Kolase
Ilustrasi HIV/AIDS 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Hingga pertengahan 2022, temuan temuan kasus baru HIV/AIDS di Kabupaten Cirebon tercatat mencapai 197 orang.

Subkoordinator Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinkes Kabupaten Cirebon, dr Lukman Denianto, mengatakan, jumlah tersebut berdasarkan pendataan selama Januari - Juli 2022.

Menurut dia, penambahan kasus itu berdasarkan hasil skrining terhadap populasi kunci di wilayah Kabupaten Cirebon dalam kurun tujuh bulan terakhir.

"Penambahan kasus paling banyak dari kategori laki-laki seks laki-laki (LSL), mencapai 46 kasus," ujar Lukman Denianto saat ditemui di Dinkes Kabupaten Cirebon, Jalan Sunan Muria, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Jumat (2/9/2022).

Baca juga: Prihatin, Sebanyak 20 Kasus HIV/AIDS per Bulan Ditemukan di Majalengka

Ia mengatakan, populasi kunci kategori pengidap TBC yang mencapai 38 orang menduduki peringkat kedua dalam temuan kasus baru HIV/AIDS di Kabupaten Cirebon.

Selain itu, sebanyak 17 kasus dari warga binaan pemasyarakatan (WBP), pasangan risiko tinggi mencapai 23 kasus, ibu hamil 10 kasus, dan kategori lainnya 63 kasus.

"HIV/AIDS ada window periodenya, butuh waktu hingga kira-kira 10 tahunan bagi kasus baru dari kontak pertama sampai bergejala," kata Lukman Denianto.

Ia mengakui, hingga kini HIV/AIDS belum ada obatnya, sehingga yang bisa dilakukan ialah menekan penyebaran virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh tersebut.

Lukman menyampaikan, terdapat beberapa faktor yang sangat memengaruhi tingginya temuan kasus baru HIV/AIDS di Kabupaten Cirebon

Misalnya, perilaku seks yang tidak aman, dari mulai tidak menggunakan pengaman atau kondom hingga sering berganti-ganti pasangan.

"Pemakaian narkoba yang menggunakan jarum suntik juga turut membuat potensi penyebaran HIV/AIDS semakin besar," ujar Lukman Denianto.

Ia mengatakan, kesadaran mencegah penyebaran HIV harus menjadi tugas bersama. Bahkan, Dinkes juga dibantu beberapa organisasi yang concern dalam penanggulangan HIV/AIDS.

Termasuk para relawan yang tidak henti-hentinya menyosialisasikan dan mengedukasi masyarakat mengenai bahaya penyebaran HIV/AIDS. (*)

Sumber: Tribun Cirebon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved