Antrean Pembeli BBM di Majalengka Masih Terjadi di Siang Bolong, Warga: Khawatir Harga Bakal Naik
Penampakan antrean pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) masih terjadi di sejumlah SPBU di Kabupaten Majalengka
Penulis: Eki Yulianto | Editor: Machmud Mubarok
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto
TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Penampakan antrean pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) masih terjadi di sejumlah SPBU di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.
Ini tak lepas dari adanya informasi bahwa pemerintah akan menaikkan harga BBM bersubsidi.
Meski kabar kenaikan bakal terjadi hari ini, Kamis (1/9/2022), namun menurut sejumlah warga setelah membeli, harga BBM bersubsidi jenis pertalite masih menggunakan harga lama, yakni Rp 7.650 per liter.
Ari Sofyan (34), seorang warga yang sedang antre membeli BBM di SPBU Maja mengatakan, ia bersyukur pada hari ini harga BBM masih tetap.
Baca juga: Masyarakat Indramayu Seperti Kena Prank, BBM Tak Naik, Pertamina Malah Turunkan Harga
Namun, pria yang berprofesi sebagai tukang ojek itu masih mengkhawatirkan kenaikan harga BBM terjadi dalam waktu dekat.
"Ya alhamdulillah, hari ini gak jadi naik. Tapi pemerintahan mah gitu suka ngeprank, takutnya tiba-tiba besok naik. Jadi antisipasi mau beli full sekarang," ujar Ari warga Kecamatan Maja, Kabupaten Majalengka, Kamis (1/9/2022).
Hal senada juga disampaikan Asep (40), warga lainnya.
Menurutnya, secara pribadi ia tidak setuju dengan wacana kenaikan harga BBM.
Pasalnya, hal itu pasti akan berdampak pada harga-harga lainnya.
"Sengaja beli bensin hari ini, tadi pas datang khawatir sudah naik, tapi belum ko tadi dilihat masih kaya kemarin."
"Pasti berat lah kalau naik harga bensin, sekarang aja sudah susah gimana nanti kalau naik," ucap Asep.
Pantauan Tribun di sejumlah titik, antrean panjang masih terjadi di SPBU Maja.
Pom yang terletak di Jalan Raya Cigasong-Cikijing ini, antrean motor terlihat hingga mengular ke pintu masuk.
Pemandangan serupa terjadi di Pom Bensin Rajagaluh.
Di sana, bahkan bukan hanya sepeda motor yang antrean melainkan juga roda empat. (*)